Formulasi Krim Antibakteri Fraksi Etil Asetat Daun Kirinyuh (Chromolaena odorata)

  • Herlina Ekapratama Dewi
  • Welinda Dyah Ayu
  • Rolan Rusli Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Kefarmasian "Farmaka Tropis", Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia http://orcid.org/0000-0003-1264-5933
Keywords: Kirinyuh (Chromolaena odorata), fraksi etil asetat, krim, daya bunuh

Abstract

Ekstrak daun kirinyuh (Chromolaena odorata) mempunyai aktivitas antibakteri yang cukup baik terhadap beberapa bakteri patogen diantaranya bakteri S. aureus, E. aeruginosa dan E. coli. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui bagaimana aktivitas fraksi etil asetat ekstrak etanol daun kirinyuh (Chromolaena odorata) terhadap beberapa bakteri patogen tersebut untuk kemudian diformulasi menjadi bentuk sediaan krim untuk mempermudah penggunaannya serta mengetahui pengaruh formulasi krim fraksi etil asetat ekstrak etanol daun kirinyuh terhadap sifat fisik dan aktivitas antibakteri terhadap bakteri S. aureus, E. aeruginosa dan E.coli. Krim memiliki konsentrasi fraksi etil 6%, 8% dan 10%. Krim dievaluasi  (organoleptis, viskositas, pH dan daya sebar) serta aktivitas antibakterinya terhadap bakteri S. aureus, E. aeruginosa dan E. coli. Hasil pengamatan sifat fisik krim menunjukkan dengan adanya kenaikan konsentrasi fraksi etil asetat akan menyebabkan peningkatan viskositas secara berturut-turut 3,26 Pa.s; 3,34 Pa.s dan 3,58Pa.s, penurunan pH secara berturut-trurut,56; 7,39 dan  7,27 serta  penurunan daya sebar krim secara berturut-turut 5,1cm; 4,7cm and 4,0cm. Uji organoleptis (bentuk, warna, bau dan homogenitas) menunjukkan adanya stabilitas pada sediaan krim. Krim memiliki warna hijau dengan kontras warna yang sesuai dengan konsentrasi fraksi etil yang digunakan, berbau khas daun kirinyuh dan memiliki homogenitas yang baik. Krim dengan fraksi etil asetat ekstrak etanol daun kirinyuh memberikan aktivitas daya hambat pada bakteri S.aureus secara berturut-turut 12,52mm; 13,90mm dan 12,42 mm. Pada bakteri E. aeruginosa memberikan aktivitas daya bunuh secara berturut-turut 13.21 mm; 13.70 mm dan 12.49 mm. Pada bakteri E.coli dengan daya bunuh berturut-turut adalah 13.46 mm; 13.30 mm dan 13,18 mm

References

[1] Vital, P.G and W.L, Rivera. 2009. Antimikrobial Activity and Citotoxicity of Chromolaena odorata Extracts. Jurnal of Medicinal Plant Research. 3. (7). 511-518.
[2] Nurul,. 2004. The Antimcrobilas Effect of Chromolaena odorata Extract on Gram-Positive Bacteria. Animal Health: a Break Point in Economic Development? The 11th International Conference of the Association of Institution for Tropical Veterinary Medicine and 16th Veterinary Assocoation Malaysia Congress. Petaling Jaya. Malaysia
[3] Stanley, Mbajiuka Chinedu., Obeagu Emmanuel Ifeanyi., Chude Chineze Nwakaego dan Ihizie Ogechi Esther. 2014. Antimicrobial Effect of Chromolaena odorata on Some Human Pathogens. International Journal of Current microbiology and Applied Science. 3. (3). 1006-1012.
[4] Yutika, M., Rusli, R., & Ramadhan, A. M. (2015). Aktivitas Antibakteri Daun Kirinyuh (Chromolaena odorata (L.) R.M.King & H.Rob.) Terhadap Bakteri Gangren. Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences, 2(1), 75-81. https://doi.org/10.25026/mpc.v2i1.43
[5] Wyat, E., Sutter, S.H., Drake, L.A., 2001. Dermatology Pharmacology, in Goodman and Gilman’s The Pharmacologyal Basis of Therapeutic. J.G.,Limbird, L.E.,Gilman,A.G., 10th Edition. 1801-1803. McGraw-Hill. New York.
[6] Rahmawati, D., Sukmawati, A., Indrayudha, p., 2010. Formulasi Krim Minyak Atsiri Rimpang Temu Giring (Curcuma heyneana): Uji Sifat Fisik dan Daya Antikamur terhadap Candida albicans secara in vitro. Majalah Obat Tradisional 15(2).56-63.
[7] Ngajow, Mercy. Jemmy Abidjulu. dan Vanda S. Kamu. 2013. Pengaruh Antibakteri Ekstrak Kulit Batang Matoa (Pometia pinnata) Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus. Jurnal MIPA UNSRAT. 2. (2). 128-132.
Published
2019-12-31
How to Cite
Dewi, H. E., Ayu, W. D., & Rusli, R. (2019). Formulasi Krim Antibakteri Fraksi Etil Asetat Daun Kirinyuh (Chromolaena odorata). Jurnal Sains Dan Kesehatan, 2(2), 100-106. https://doi.org/10.25026/jsk.v2i2.117