Sitotoksisitas Ekstrak Kayu Beta-Beta (Lunasia amara) pada Sel Kanker Payudara T47D

Authors

  • Hasnaeni Hasnaeni Laboratorium Farmakognosi-Fitokimia Fakultas Farmasi Universitas Muslim Indonesia
  • A. Emelda Laboratorium Farmakologi Fakultas Farmasi Universitas Muslim Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.25026/jsk.v2i3.128

Keywords:

Kayu beta-beta (Lunasia amara Blanco.), sitotoksisitas, sel kanker payudara T47D

Abstract

Penyakit kanker merupakan masalah kesehatan yang utama di dunia, baik di negara maju maupun di negara berkembang. Kanker menjadi penyebab kematian yang tinggi dan masalah ekonomi. Berbagai upaya telah dilakukan untuk penanganan kanker, namun angka kesakitan dan kematian masih tetap tinggi. Penggunaan obat sintetik dan kemoterapi sering tidak selektif. Bahan anti kanker tidak hanya menyerang sel kanker tetapi juga sel normal sehingga menimbulkan efek samping yang serius (Sausville and Longo, 2005). Hal ini mendorong untuk menemukan obat anti kanker yang lebih selektif dan sensitif. Salah satu strategi yang dilakukan untuk mengatasi keadaan tersebut adalah dengan eksplorasi terhadap tanaman yang berpotensi sebagai anti kanker. Kayu beta-beta (Lunasia amara) berpotensi sebagai anti kanker karena mengandung senyawa aktif dan efek antioksidan yang tinggi. Oksigen aktif dan radikal bebas berhubungan dengan beberapa kasus secara fisiologi dan patologis seperti kanker, peradangan, kekebalan, penuaan, mutagenik dan karsinogenik. Metode ekstraksi yang digunakan yaitu metode maserasi dan pengeringan ekstrak dengan rotary eveporator. Pada penelitian akan di lakukan kajian sitotoksisitas dari ekstrak kayu beta-beta dengan menggunakan sel kanker payudara T47D, untuk pengembangan penggunaan tanaman ini sebagai kandidat obat baru untuk kanker. Ekstrak etanol  sebagai sampel uji  diarahkan untuk pengujian yang berkelanjutan dari tanaman kayu beta-beta

References

1. Backer, C.A. and Van den Brink, Jr.R.C.B. 1969, Flora of Java, Vol. 2, 99, N.V.P. Noordhoff, Groningen.

2. Chen, HM., Koji, M., Fumio, Y., Kiyoshi N., 1996, Antioxidant activity of designed peptides based on the antioxidative peptide isolated from digest of a soybean protein, J. Agric. Food Chem 44: 2619-23.

3. Choudhary, M. I., Azizuddin, Khalid, A., Sultani, S. Z., dan Atta-ur-Rahman., 2002. A new coumarin from Murraya paniculata. Planta Med., 68(1), 81–83.

4. Damia, G., D’Incalei., 2009. Contenporary pre-clinical development of anticancer agent-what are the optimal preclinical models? Eur. J. Cancer , 45:2768:81.

5. Doyle, A., Griffiths, J.B., 2000. Cell and Tissue Culture for Medical Research. John Wiley and Sons, Ltd, New York.

6. Geysen, H.M., Schoenen, F., Wagner, D., Wagner, R., 2003. Combnatorial compound Libraries for drug discovery: an ongoing challenge. Nat. Rev. Drug Discov., 2(3): 222-30.

7. Goodwin, S., dan Horning, E. C., 1959. Alkaloids of Lunasia amara blanco. Structure of lunacrine. J. Am. Chem. Soc., 81(8), 1908–1912.

8. Harmanto, N., 2002, Sehat dengan Ramuan Tradisional Mahkota dewa, Cetakan empat, Tangerang, PT. Agromedia Pustaka, Jakarta.

9. Hegnauer, R., 1969, Chemotaxonomi der Planzen, edisi V. Birkkhauser Verlag. Basel and Stuttgart.

10. Iaroshenko, V. O., Erben, F., Mkrtchyan, S., Hakobyan, A., Vilches-Herrera, M., Dudkin, S., dkk., 2011. 4-Chloro-3-(trifluoroacetyl)- and 4-chloro-3-(methoxalyl)coumarins as novel and efficient building blocks for the regioselective synthesis of 3,4-fused coumarins. Tetrahedron, 67(41), 7946–7955.

11. Itharat, A., Ooraikul, B., 2007. Reaearch on Thai medicinal plants for cancer treatment, Advances Med. Plant Res., 13:287-317.

12. Katno, K., dan Haryanti, S., 2009. Efek afrodisiaka ekstrak kayu sanrego (Lunasia amara Blanco) terhadap tikus putih jantan. J. Tumbuh. Obat Indones., 2(1 Agt).

13. Kumar, K., Ganesh, M., Baskar, S., Srinivasan, K., Kanagasabai, R., Sambathkumar, R., dkk., 2006. Evaluation of Anti-inflammatory activity and toxicity studies of Chloroxylon sweitenia in Rats. Anc. Sci. Life, 25(3-4), 33–43.

14. Ley, S.V., Baxendale, I.R., 2002. New tools and concepts for modern organic synthesisis, Nat. Rev. Drug Discov., 1(8):573-86.

15. Lombardino, J.G., Lowe, J.A., 2004. The role of the medicinal chemist in drug discovery-then and now. Nat. Rev. Drug Discov., 3(10):853-62.

16. Lu, J.M., Lina, P.H., Yaoa, Q.,dan Chena, C., 2010.Chemical and molecular mechanisms of antioxidants: Experimental approaches and model systems. J Cell Mol Med. 14(4): 840–60. doi:10.1111/j.1582-4934.2009.00897.x.

17. Luthfi, M. J., dan Mat Noor, M., 2009. Effects of aqueous extract Lunasia amara blanco on sperm quality, fertility and sexual behaviour of male rats. Sains Malays., 38(5), 793–797.

18. Profil Desa Siawung Kabupaten Barru, 2013 Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan kabupaten Barru.

19. Rohdiana, D.(2001). Aktivitas Daya Tangkap Radikal Polifenol Dalam Daun Teh, Majalah Jurnal Indonesia 12 (1), 53-58.

20. Sausville, E.A., Longo, D.L., 2005. Principle of cancer treatment : Surgery, chemotheraphy and biologic therapy in: Harrior’s principles of Internal Medicine, Vol. I, McGraw-Hill, New York, 466-477.

21. Sulaiman, Z. M., Lallo, S., dan Djide, N., 2011. In Vitro and In Silico Studies of Lunacridine from Lunasia Amara Blanco as Anticancer. J. Life Sci., 5, 639–645.

22. Vajragupta, O., Boonchoong, P., Berliner, L.J., 2004. Manganese complexes of curcumin analogues: evaluation of hydroxyl radical scavenging ability, superoxide dismutase activity and stability towards hydrolysis. Free Radic Res.,38:303–14.

23. Verma, SP., Goldin, B.R., Lin, P.S., 1998. The inhibition of the estrogenic effect of psecticides and environmental chemicals by curcumin and isoflavonoids. Envir. Health Presp., 106(12): 807-12.

24. Wambugu, S. N., Mathiu, P. M., Gakuya, D. W., Kanui, T. I., Kabasa, J. D., dan Kiama, S. G., 2011. Medicinal plants used in the management of chronic joint pains in Machakos and Makueni counties, Kenya. J. Ethnopharmacol., 137(2), 945–955.

Downloads

Published

2020-06-30

How to Cite

Hasnaeni, H., & Emelda, A. (2020). Sitotoksisitas Ekstrak Kayu Beta-Beta (Lunasia amara) pada Sel Kanker Payudara T47D. Jurnal Sains Dan Kesehatan, 2(3), 193–197. https://doi.org/10.25026/jsk.v2i3.128