Stigma Diri dan Subjective Well-Being pada Remaja yang Melahirkan Di Usia Dini Di Kota Ambon

Authors

  • Christy Jacobs Universitas Kristen Satya Wacana
  • Venti Agustina Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, Jawa Tengah
  • Arwyn Weynand Nusawakan Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, Jawa Tengah

DOI:

https://doi.org/10.25026/jsk.v2i3.154

Keywords:

melahirkan pada usia dini, subjective well-being, stigma diri, Remaja

Abstract

ABSTRACT

Self-stigma is the result of other people's judgments applied to oneself and it is possible to have an impact on the subjective well-being, which affects psychological and social conditions. Subjective well-being is a picture of life evaluation, emotional experience affective and cognitive. The purpose of this study is to describe the picture of self-stigma and subjective well-being of teenagers who giving birth at an early age in Ambon City. This study uses qualitative methods, with case study design and sampling techniques using purposive sampling. A total of eight teenagers who giving birth at an early age were participants. Data collection techniques using structured interviews, thematic analysis with data validity testing using source triangulation techniques. The results of self-stigma research in teenagers who giving birth at an early age, are considered not a good women, embarrassing parents and unable to look after themselves. While the subjective well-being felt by teenagers is related to positive affect which is gratitude and responsibility after becoming a mother, while negative affect is the needs of children can not be fulfilled and there are feelings of sadness, which causes teens not satisfied with their lives. The conclusion of this study shows, the picture of self-stigma and subjective well-being in teenagers who giving birth at an early age in Ambon City affects social relationships, changes in priorities and roles, so that these teens need support from the family.

 

ABSTRAK

Stigma diri ialah hasil dari penilaian orang lain yang diterapkan pada diri sendiri dan dimungkinkan berdampak pada subjective well-being, yang mepengaruhi kondisi psikologis dan sosial. Subjective well-being merupakan gambaran evaluasi kehidupan, pengalaman emosional secara afektif dan kognitif. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan gambaran stigma diri dan subjective well-being pada remaja yang melahirkan di usia dini di Kota Ambon. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan desain studi kasus dan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sebanyak delapan remaja yang melahirkan diusia dini menjadi partisipan. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara terstruktur, analisis tematik dengan uji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian stigma diri pada remaja yang melahirkan di usia dini, cenderung dianggap bukan perempuan baik-baik, membuat malu orang tua dan tidak dapat menjaga diri. Sementara subjective well-being yang dirasakan oleh remaja terkait afek positif yakni ada rasa syukur dan ada tanggung jawab setelah menjadi seorang ibu, sedangkan afek negatif yaitu kebutuhan anak belum bisa terpenuhi dan ada perasaan sedih, yang menyebabkan remaja belum puas dengan hidupnya. Kesimpulan penelitian ini menunjukan, gambaran stigma diri dan subjective well-being pada remaja yang melahirkan di usia dini di Kota Ambon mempengaruhi hubungan sosial, perubahan prioritas dan peran, sehingga remaja tersebut membutuhkan dukungan dari keluarga.       

Author Biographies

Venti Agustina, Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, Jawa Tengah

Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas  Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan.

Arwyn Weynand Nusawakan, Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, Jawa Tengah

Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas  Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan.

References

1. WHO. Adolescent pregnancy fact sheet. Adolescent Pregnancy Fact Sheet. 2014.

2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Riset Kesehatan Dasar. 2013.

3. Profil Penduduk Indonesia Hasil SUPAS. Badan Pusat Statistik. 2015.

4. Statistik Kesejahteraan Rakyat. BPS-Statistics Indonesia. 2017.

5. Statistik Kesejahteraan Rakyat Provinsi Maluku. Badan Pusat Statistik. 2017.

6. WHO. Recommendations on adolescent sexual and reproductive health and rights. 2018. 1–88 p.

7. Kemenkes RI. Infodatin Reproduksi Remaja-Ed. Pusat Informasi Kementrian Kesehatan RI. 2015.

8. Ardianti F et al. Psychological Well-Being Pada Remaja Akhir Yang Hamil Di Luar Nikah. J Ilm Psikol. 2016;9(1):80–91.

9. Putro khamim Z. Aplikasia: Jurnal aplikasi ilmu-ilmu agama ( memahami ciri dan tugas perkembangan masa remaja). J Apl Ilmu Ilmu Agama. 2017;17(1):5–8.

10. Prilia D. Hamil Aman dan Nyaman di Atas 30 Tahun. Yogyakarta: Media Pressindo; 2010. 45–101 p.

11. Phillips L. Stigma and Substance Use Disorders: Research, Implications, and PotentialL Solutions. J Drug Addict Educ Erad. 2011;7(2):91.

12. Ardani, I & Handayani S. Stigma terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) sebagai Hambatan Pencarian Pengobatan?: Studi Kasus pada Pecandu Narkoba Suntik di Jakarta. Bul Penelit Kesehat. 2017;45(2):81–8.

13. Iram BM, Andi S. Peran Keluarga dan Lingkungan Terhadap Psikososial Ibu Usia Remaja. Kesehat Reproduksi. 2017;8(2):1–11.

14. Itriyati F, Asriani D. Agensi dan Negosiasi Remaja Hamil dalam Menghadapi Stigma dan Hambatan-hambatan dalam Kehidupannya di Kota Yogyakarta. Stud PEMUDA. 2014;3(2):73–88.

15. Sloan K. Teenage Mothers, Stigma and Their “Presentations of Self.” Sociol Res Online. 2009;19(1):1–21.

16. Southorn D. “ I ’ m Just a Young Mother ”. University of Otago; 2016.

17. Diener, E., Oishi, S., & Lucas RE. National accounts of subjective well-being. Am Psychol. 2015;70(3):234–42.

18. Diener E, Chan MY. Happy People Live Longer: Subjective Well-Being Contributes to Health and Longevity. Appl Psychol Heal Well-Being. 2011;3(1):1–43.

19. Olivari MG, Confalonieri E, Ionio C. Italian psychologists’ and midwives’ perceptions of the pregnant teen: A qualitative study. J Reprod Infant Psychol. 2011;29(4):343–53.

20. Hanum SMF. Dampak Psikologis Pada Kehamilan Remaja (Studi Eksplorasi Di Desa Watutulis Prambon Sidoarjo). J Kebidanan Midwiferia. 2016;1(2):93–104.

21. Wati M. Identifikasi Penyesuaian Sosial Remaja Yang Menikah Akibat Hamil Di Luar Nikah Di Kecamatan Jetis. J Mol Biol. 2015;301(5):1163–78.

22. Mufdlilah RA&. Analisis Dampak Pernikahan Dini Pada Remaja Putri Di Desa Sidoluhur Kecamatan Godean Yogyakarta “Temu Ilmiah Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat.” J Keperawatan. 2016;9.

23. Dian S. Stigma Sosial Terhadap Penderita Hiv/Aids Di Rumah Singgah Moderamen Gbkp (Study Deskriptif Pada Rumah Singgah Moderamen Gbkp ). 2017. p. 1–101.

24. Kesuma AK& DT. Kronis yang menjalani Hemodialisa. J Psikol Klin dan Kesehat Ment [Internet]. 2013;02(03):7–16. Available from: http://journal.unair.ac.id/strategi-coping-pada-family-caregiver-pasien-gagal-ginjal-kronis-yang-menjalani-hemodialisa-article-8761-media-51-category-10.html

25. Boyatzis RE. Transforming Qualitative Information: Thematic Analysis and Code Development. 1998. 1–184 p.

26. Mirna. Remaja Putus Sekolah Akibat Hamil Pranikah (Studi Kasus di Kecamatan Ponrang Selatan Kabupaten Luwu). 2019.

27. Nurul AI. Konsep Diri Mahasiswa Hamil Pranikah (Studi Kasus pada Mahasiswa Perguruan Tinggi di Yogyakarta). Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga?; Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora. 2015;15–50.

28. Proboastiningrum FD. Studi Kasus Penyesuaan Diri dan Sosial Remaja Hamil Diluar Nikah. E-Journal Bimbingan dan Konseling. 2016;98–107.

29. Abineno M.S.B. Strategi Coping Remaja Hamil Pranikah Dalam Menghadapi Perubahan Sebagai Ibu. Universitas Sanata Dharma; Fakultas Psikologi. 2018;166–72.

30. Matjene P.B & Mokgatle M.M. Teenage Mothers Experiences Of Pregnancy And Child Rearing – A Qualitative Survey In Tshwane District , Gauteng In South Africa. Sefako Makgatho Health Sciences University. 2017;60–74.

31. Fajriyah & Hermien Laksmiwati. Subjective Well-Being Pasangan Menikah karena Hamil. Character. 2014;3(2):1–9.

Downloads

Published

2020-06-30

How to Cite

Jacobs, C., Agustina, V. ., & Nusawakan, A. W. . (2020). Stigma Diri dan Subjective Well-Being pada Remaja yang Melahirkan Di Usia Dini Di Kota Ambon. Jurnal Sains Dan Kesehatan, 2(3), 210–216. https://doi.org/10.25026/jsk.v2i3.154