Identifikasi Faktor-Faktor Terkait Kejadian Preeklamsia Pada Ibu Hamil Di Kabupaten Semarang

Identification of Factors Related to the Incidence of Preeclampsia in Pregnant Women in Semarang Regency

  • Paulina Budiarty Ernawan UKSW
  • Rifatolistia Tampubolon Program studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga
  • Remigius Bagus Klinik Permata Hati Jl. Osamaliki, Mangunsari, Sidomukti, Kota Salatiga
Keywords: Kematian ibu, Pre-eklampsia, Antenatal Care

Abstract

Latar belakang: Angka Kematian Ibu (AKI)merupakan salah satu indikator dalam menentukan derajat kesehatan masyarakat suatu negara. Kesehatan ibu menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung program pembangunan kesehatan di Indonesia. Penurunan jumlah AKI merupakan salah satu target dalam programMillenium Development Goals (MDGs) yang kini telah berganti menjadi Sustainable Development Goals (SDGs), sehingga pembahasan mengenai kejadian preeklamsia yang berdampak pada kematian ibu menjadi sangat penting. Tujuan: untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang terkait dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil di Kabupaten Semarang. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil dengan diagnosa medis preeklamsia pada tahun 2016-2018. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan kuota sampling, sampel yang terkumpul sebanyak 30 responden dalam kurun waktu dari tahun 2016-2018. Pengumpulan data dengan menggunakan instrumen penelitian berupa kuisioner yang karakterisitik pertanyaan berisi perilaku ANC, pola hidup, riwayat penyakit, status paritas. Hasil penelitian ini disajikan dalam bentuk tabel, bagan, persentase dan rerata dari hasil penelitian. Dari hasil penelitian diperoleh 60% ibu dengan risiko rendah (20-35 tahun), tingkat pendidikan 86,6% (SMA/SMK), pekerjaan 70% (ibu rumah tangga), pemeriksaan ANC 100%, status gravida 73,3% (multigravida), kehamilan kembar 0%, pola hidup makan teratur 100%, konsumsi buah dan sayur 50%, olah raga rutin pada trimester III (43,3%), riwayat hipertensi 30%, obesitas 10%. Faktor yang terkait dengan kejadian preeklamsia dalam penelitian ini diantaranya adalah riwayat pendidikan, pekerjaan, status multipara ibu dan status gizi berlebih dan obesitas.

References

1. Hamilton PM. Dasar Keperawatan Maternitas. Jakarta: EGC; 2012.

2. Benson RC, Pernoll ML. Buku saku Obstetri & Ginekologi. 9 ط. Jakarta: EGC; 2009.

3. Bothamley J, Boyle M. Patofisiologi dalam Kebidanan. Jakarta: EGC; 2013.

4. Nur AF, Arifuddin A. FAKTOR RISIKO KEJADIAN PREEKLAMPSIA PADA IBU HAMIL DI RSU ANUTAPURA KOTA PALU 2. 2017;3(2):69–75.

5. World Health Organization. Health in 2015: from MDGs, Millennium Development Goals to SDGs, Sustainable Development Goals. Geneva: WHO Press; 2015.

6. BPS. PROFIL PENDUDUK INDONESIA HASIL SUPAS. 2015.

7. Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran, Diagnosia dan Tatalaksana Pre-Eklamsia. 2016.

8. Sutrimah S, Mifbakhudin M, Wahyuni D. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Preeklampsia Pada Ibu Hamil Di Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang. J Kebidanan [انترنت]. 2015;4(1):1–10. موجود في: https://jurnal.unimus.ac.id/index.php/jur_bid/article/view/1383

9. Kementerian Kesehatan. Riset Kesehatan Dasar 2007.

10. Syafiq A, Budiantoro S. Angka Kematian Ibu (AKI). Kesehat Reproduksi. 2013;1–4.

11. Andriani C, Lipoeto NI, Indra Utama B. Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Kejadian Preeklampsia di RSUP Dr. M. Djamil Padang. J Kesehat Andalas. 2016;5(1):173–8.

12. Nursal DGA, Tamela P, Fitrayeni F. Faktor Risiko Kejadian Preeklampsia Pada Ibu Hamil Di Rsup Dr. M. Djamil Padang Tahun 2014. J Kesehat Masy Andalas. 2017;10(1):38.

13. Gunawan S. Reproduksi Kehamilan dan Persalinan. Jakarta: CV Graha; 2010.

14. ASTUTI SF. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Preeklampsia Kehamilan Di Wilayah Kerja Puskesmas Pamulang Kota Tangerang Selatan Tahun 2014-2015. Skripsi. 2015.

15. Ahmad ZF, Surya S, Nurdin I. AKADEMIKA JURNAL UMGo FAKTOR RISIKO KEJADIAN PREEKLAMSIA DI RSIA SITI Jurnal Ilmiah Media Publikasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. 2019;8:150–62.

16. Djannah SN, Arianti IS. GAMBARAN EPIDEMIOLOGI KEJADIAN PREEKLAMPSIA / EKLAMPSIA DI RSU PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA TAHUN 2007 – 2009. 2009;(0274).

17. Lusiana N. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Preeklampsia pada Ibu Bersalin di Ruangan Camar II RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau Tahun 2014. J Kesehat Komunitas. 2015;3(1):29–33.

18. Manuaba C, Manuaba F, Manuaba IBG. Gawat-Darurat Obstetri-Ginekologi & Obstetri-Ginekologi Sosial Untuk Profesi Bidan. Jakarta: EGC; 2007.

19. Tika, Didik, Suryani N. Analisis Faktor-Faktor Resiko yang Berhubungan dengan Kejadian Preeklampsia-Eklampsia pada Ibu Bersalin di RSUD Kabupaten Sukoharjo Periode Tahun 2015. 2017;4(1):133–46.

20. Saifuddin AB, Wiknjosastro H, Achimhadhi T. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo; 2008.

21. Varnety H, Kriebs JM, Gegor CL. Buku Ajar Asuhan Kebidanan. 4 ط. Jakarta: EGC; 2007.

22. Rafsanjani TM. Hubungan Pola Makan, Umur Dan Pengetahuan Dengan Kejadian Hipertensi Pada Ibu Hamil Di Kabupaten Aceh Besar. Jph Recode. 2019;3(1):62–9.

23. Panjaitan R. Hubungan Gaya Hidup dengan Kejadian Hipertensi di WIlayah Kerja Puskesmad Helvetia Medan Tahun 2015. 2015.

24. Feryanto F. Asuhan Kebidanan Patologis. Jakarta: Salemba Medika; 2014.

25. Dalimartha S, Purnama BT, Sutariano N, Mahendra B, Darmawan R. Care Your Self, Hipertensi. Jakarta: Penebar Plus; 2008.
Published
2021-04-30
How to Cite
Ernawan, P. B., Tampubolon, R., & Bagus, R. (2021). Identifikasi Faktor-Faktor Terkait Kejadian Preeklamsia Pada Ibu Hamil Di Kabupaten Semarang. Jurnal Sains Dan Kesehatan, 3(2), 269-277. https://doi.org/10.25026/jsk.v3i2.241