Penggunaan Antibiotik Restriksi pada Pasien Ulkus, Abses dan Batu Kandung Kemih di Bangsal Bedah RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi Periode 2017-2019

Use of Restrictive Antibiotics in Patients with Ulcers, Abscesses and Bladder Stones in the Surgical Ward of H. Abdul Manap Hospital, Jambi City, 2017-2019

  • Satiya Ningsih STIKES Harapan Ibu Jambi
  • Yuni Andriani Program Studi Farmasi, STIKES Harapan Ibu Jambi
  • Rahmadevi Rahmadevi Program Studi Farmasi, STIKES Harapan Ibu Jambi
Keywords: Antibiotik restriksi, resistensi, ulkus, abses, batu kandung kemin

Abstract

Penggunaan antibiotik yang tidak sesuai meningkatkan kasus terjadinya resistensi antibiotik. Pembatasan jenis antibiotik atau antibiotik restriksi merupakan salah satu strategi untuk mengurangi kejadian resistensi antibiotik, menekan biaya antibiotik serta menurunkan pemakaian antibiotik yang berlebihan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase penggunaan antibiotik restriksi pada pasien Ulkus, Abses dan Batu Kandung Kemih di Bangsal Bedah RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi Periode 2017-2019. Penelitian ini menggunakan desain penelitian non-eksperimental yang bersifat deskriptif. Pengambilan data dilakukan secara restrospektif dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Hasil perolehan sampel pada penelitian ini sebanyak 43 sampel yang memenuhi kriteria dari 135 pasien populasi diantaranya dengan diagnosis ulkus 15 sampel terdiri dari 40% pasien laki-laki dan 60% pasien perempuan, 40% usia 56-65 tahun dengan komorbid diabetes melitus tipe 2. Pasien dengan diagnosis abses 18 sampel terdiri dari 61,1% pasien laki-laki dan 38,9% pasien perempuan, 27,8% usia 36-45 tahun dengan komorbid sepsis dan diabetes melitus tipe 2. Pasien dengan diagnosis batu kandung kemih 10 sampel terdiri dari 30% pasien laki-laki dan 70% pasien perempuan, 60% usia 46-65 tahun. Selama periode 2017 sampai 2019 untuk pasien ulkus, abses dan batu kandung kemih menggunakan 2 jenis antibiotik restriksi yaitu ciprofloxacin dan levofloxacin. Pada pasien ulkus, abses dan batu kandung kemih jumlah penggunaan antibiotik restriksi yang banyak digunakan ialah antibiotik ciprofloxacin dengan persentase 21%, sedangkan penggunaan levofloxacin dengan persentase sebesar 10%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan antibiotik restriksi periode 2017-2019 pada diagnosis ulkus yaitu 41%, 35,7% dan 25%. Pada diagnosis abses yaitu 40%, 25% dan 35,2% serta pada diagnosis batu kandung kemih yaitu 18,1%, 33,3% dan 20%.

References

[1] Setiawati, A. 2015. Peningkatan Resistensi Kultur Bakteri staphylococcus aureus Terhadap Amoxicillin Menggunakan Metode Adaptif Gradual. Jurnal Farmasi Indonesia, 7(3):190-194
[2] Nuryah, A., Yuniarti, N., & Puspitasari, I. 2019. Prevalensi dan Evaluasi Kesesuaian Penggunaan Antibiotik pada Pasien dengan Infeksi Methicillin ResistantStaphylococcus Aureus Di RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Majalah Farmaseutik, 15(2):123-129
[3] Sjahjadi, N. R., Rasyid, R., Rustam, E., & Restusari, L. 2014. Prevalensi Kuman Multi Drug Resistance (MDR) di Laboratorium Mikrobiologi RSUP Dr. M. Djamil Padang Periode Januari 2010 – Desember 2012. Jurnal Kesehatan Andalas, 3(3):440-444
[4] Utami, eka rahayu. (2011). Antibiotika, Resistensi, Dan Rasionalitas Terapi. Jurnal Fakultas Saintek, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim. Malang. 1(4): 191–98.
[5] Kollef MH. 2005. Bench-to-bedside review: Antimicrobial utilization strategies aimed at preventing the emergency of bacterial resistance in the intensive care unit. Critical Care ;9:459-64.
[6] Akbar, T.J., Jazil K. 2014. Pola Bakteri dan Resistensi Antibiotik pada Ulkus Diabetik Grade Dua di RSUD Arifin Achmad Periode 2012. 1(2): 1-15
[7] Sari, O. Almasdy & Fatimah. 2018. Evaluasi Penggunaan Antibiotik pada Pasien Ulkus Diabetikum di Instalasi Rawat Ianap (IRNA) Penyakit Dalam RSUP Dr. M. Djamil Padang. Jurnal Sains Farmasi & Klinis, 5(2):102-111
[8] Indrayani, WL. Putra, D. 2019. Pola Kuman dan Sensitifitas Antibiotik pada Pasien Abses Leher Dalam di RSUP Sanglah Denpasar Periode 1 Jnuari-31 Desember 2014. 50(1) : 143-147
[9] Mantu, F.N., Geonawi. 2015. Evaluasi Penggunaan Antibiotik pada Pasien Infeksi Saluran Kemih di Instalasi Rawat Inap RDUD. Prof. Dr. D. Kandou Manado Periode Juni 2013-Juli 2014. Jurnal Ilmiah Farmasi, 4(4):196-202
[10] Ferawati. I. 2014. Faktor-Faktor yang mempengaruhi terjadinya ulkus diabetikum pada pasien diabetes melitus tipe 2 di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Universitas Jernal Sudirma.
[11] Nawakasari, N., Nugraheni. 2019. Evaluasi Penggunaan Antibiotik pada Pasien Infeksi Saluran Kemih di Instalasi Rawat Inap RSUP X di Klaten Tahun 2017. Jurnal Farmasi Indonesia. 16(1):38-48
[12] Arianto, R.D., Romadhon. 2019. Pola Kuman Hasil Sensitifitas Antibiotik dan Komplikasi Abses Leher dalam di RSUD Dr. Soetomo. Jurnal Ilmiah Kedokteran, 8(1) : 88-98
[13] Ningsih, S., Setyawati. 2016. Perbandingan Efektifitas Antibiotik Terhadap Bakteri Staphilococcus Aureus Penyebab Ulkus Diabetik Dengan Menggunakan Metode Kiirby-Bauer. Jurnal Ilmiah Kedokteran. 3(2):1-11
[14] Raini, M. 2016. Antibiotik Golongan Fluorokuinolon: Manfaat dan Kerugian. Media Litbangkes. 2(3):163-174
[15] Fauzia, D. 2015. Strategi Optimasi Penggunaan Antibiotik. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 9(2):55-64
Published
2021-06-02
How to Cite
Ningsih, S., Andriani, Y., & Rahmadevi, R. (2021). Penggunaan Antibiotik Restriksi pada Pasien Ulkus, Abses dan Batu Kandung Kemih di Bangsal Bedah RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi Periode 2017-2019. Jurnal Sains Dan Kesehatan, 3(3), 359-364. https://doi.org/10.25026/jsk.v3i3.297