Perbandingan Kualitas Hidup Antara Pasien Penyakit Ginjal Kronik yang Menjalani Terapi CAPD dengan Hemodialisis di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda

Comparison of Quality of Life Between Chronic Kidney Disease Patients Undergoing CAPD Therapy with Hemodialysis at Abdul Wahab Sjahranie Hospital Samarinda

  • Dipo Try Harto Nusantara Mulawarman University
  • Hadi Irawiraman Laboratorium Patologi Anatomi, RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda
  • Nirapambudi Devianto Laboratorium Ilmu Penyakit Dalam, RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda

Abstract

Abstrak

Penyakit Ginjal Kronik (PGK) adalah suatu keadaan klinis ditandai dengan penurunan fungsi ginjal yang terjadi secara progresif lambat dan bersifat irreversible. Ginjal pasien PGK stadium 5 tidak berfungsi bak sehingga membutuhkan terapi pengganti ginjal (TPG) untuk bertahan hidup. Modalitas terapi pengganti ginjal adalah hemodialisis (HD), Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) dan transplantasi ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kualitas hidup antara pasien PGK dengan CAPD dan PGK dengan HD di Unit Dialisis RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda agar mengetahui terapi mana yang lebih menguntungkan terhadap kualitas hidup pasien PGK. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional dengan responden yang memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner KDQOL SF 36. Uji normalitas data menggunakan uji Shapiro-Wilk dan Independent t-test digunakan untuk uji hipotesis. Pasien dengan kualitas hidup yang baik pada dengan CAPD yaitu sebanyak 13 orang (48,14%) sedangkan pada pasien PGK dengan HD yang mengalami kualitas hidup yang baik sebanyak 0 orang (0%). Uji Independent t-test menunjukkan nilai p adalah 0,000 (p<0,05), maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan bermakna perbandingan kualitas hidup pasien dengan CAPD dan kualitas hidup pasien dengan HD dengan perbandingan 13:0 yang mana lebih banyak didapatkan kualitas hidup yang baik pada pasien CAPD di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda.

Kata Kunci: Kualitas Hidup, Continous Peritoneal Ambulatory Dialysis, Hemodialisis

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) is a clinical condition characterized by a decline in kidney function that occurs progressively slow and is irreversible. The kidney of patients with stage 5 CKD cannot function properly so it requires kidney replacement therapy to keep them alive. There are three substitute modalities for kidney therapy, namely hemodialysis (HD), Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) and kidney transplantation. This study aims to compare the quality of life between CKD patients with CAPD and CKD patients with HD in the Dialysis Unit of RSUD Abdul Wahab Sjahranie. This study was an observational analytic study with a cross sectional approach in which the researcher made observations or measurements at one particular time during the study with respondents who filled the inclusion criteria aimed at identifying differences in the quality of life of patients with stage 5 CKD undergoing hemodialysis therapy and CAPD therapy at RSUD Abdul Wahab Sjahranie. Data were collected from the KDQOL SFTM questionnaire 36. Data normality was tested using the Shapiro-Wilk test and Independent t-test was used to test the hypothesis. There were 13 CKD patients (48.14%) with good quality of life undergoing CAPD, while in CKD patients undergoing HD, there were 14 people (51,86%) who experienced a sufficient quality of. Independent t-test shows the p value is 0,000 (p<0,05), it can be concluded that there is a comparison of the quality of life between patients undergoing CAPD and patients undergoing HD in RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda.

Key Words: Quality of Life, Continous Peritoneal Ambulatory Dialysis, Hemodyalisis

References

DAFTAR PUSTAKA

1. NKF. (2016). KDOQI Clinical Practice Guideline For Hemodialysis Adequacy. American Journal of Kidney, 884-930.
2. Kemenkes. (2017)( 9-Maret). Info Datin. Situasi Penyakit Ginjal Kronis, p. 1.
3. RISKESDAS. (2013). Riset Kesehatan Dasar. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI.
4. Suwitra, K. (2014). Penyakit Ginjal Kronik. In S. Setiati, I. Alwi, A. Sudoyo, M. Simadibrata, B. Setiyohadi, S. Setiati, I. Alwi, A. Sudoyo, M. Simadibrata, & B. Setiyohadi (Eds.), Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam (pp. 2161-2167). Jakarta: Internal Publishing.
5. Thomas N. & Smith T. (2002). Renal nursing (2nd ed.). UK: Bailliere Tindall
6. Price, S. A., & Wilson, L. M. (2005). Patofisiologi : Konsep klinis proses-proses penyakit (VI ed.). Jakarta: EGC.
7. Joshi, V. D., Mooppil, N., & Lim, J. F. (2010, Desember 20). Validation of the Kidney Disease Quality of a dialysis-targeted health measure in Singapore. BMC Nephrology, 1-8.
8. Putri,R (2014). Gambaran Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Terapi Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis Di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau Dengan Menggunakan Kuesioner KDQOL-SFTM. Jurnal Online Fakultas Kedokteran Universitas Riau, 1-16.
9. Munib, S, (2012). Continuous ambulatory peritoneal dialysis in Khyber Pukhtonkhuwa province of Pakistan and adjoining areas of Afghanistan. Rawal Medical Journal: Vol. 37. No. 3
10. Rahman, ARA., Rudiansyah, M and Triawanti. (2013). “Hubungan antara adekuasi hemodialisis dan kualitas hidup pasien di RSUD Ulin Banjarmasin”. Berkala Kedokteran, 9(2): 151-160.
11. Indanah, Sukarmin, & Rustono. (2018). Kualitas Hidup Pasien dengan Gagal Ginjal. Jurnal Unvitersity Research Colloquium, 608-716.
12. Rahmah, u. (2014) ‘Studi komparatif kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi continuous ambulatory peritoneal dialysis (CAPD) dengan pasien terapi hemodialisa di banda aceh dan aceh besar tahun 2014’, etd Unsyiah.
Published
2021-06-02
How to Cite
Nusantara, D. T. H., Irawiraman, H., & Devianto, N. (2021). Perbandingan Kualitas Hidup Antara Pasien Penyakit Ginjal Kronik yang Menjalani Terapi CAPD dengan Hemodialisis di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Jurnal Sains Dan Kesehatan, 3(3), 365-369. https://doi.org/10.25026/jsk.v3i3.299