Perbandingan Aktivitas Antibakteri Ekstrak Methanol Gagang dan Bunga Cengkeh (Syzygium Aromaticum) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923

Comparison of Antibacterial Activity of Clove (Syzygium Aromaticum) Handle and Clove Flower Extract against Staphylococcus aureus ATCC 25923

  • Yunita Diyah Safitri Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Putra Bangsa Tulungagung
  • Novintan Elistya Dyah Purnamawati Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Putra Bangsa Tulungagung
Keywords: antibakteri, cengkeh, gagang cengkeh, infeksi bakteri, pencernaan

Abstract

Tanaman cengkeh (Syzygium aromaticum) merupakan tanaman yang terkenal dengan minyak cengkeh yang tinggi dan berpotensi sebagai antibakteri. Kandungan minyak cengkeh tertinggi terdapat pada bagian bunganya (10-20%), selanjutnya gagang cengkeh (5-10%), dan daun cengkeh (1-4%). Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kemampuan antibakteri ekstrak bunga cengkeh yang sudah dikenal memiliki aktivitas antibakteri dengan ekstrak gagang cengkeh yang masih kurang diketahui aktivitas antibakterinya terhadap bakteri patogen Staphylococcus aureus ATCC 25923. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu cakram kertas (Kirby Bauer), dengan menguji kemampuan antibakteri ekstrak gagang cengkeh dengan konsentrasi 50% dan ekstrak bunga cengkeh dengan konsentrasi 50%. Data dianalisis menggunakan ANOVA dengan taraf signifikansi (p < 0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rerata zona hambat ekstrak gagang cengkeh dan bunga cengkeh konsentrasi 50% yang terbentuk adalah 13.63 mm dan 18.69 mm. Ekstrak gagang cengkeh tergolong cukup sensitif, sedangkan bunga cengkeh sensitif terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak bunga cengkeh memiliki kemampuan antibakteri yang lebih tinggi dibandingkan dengan ekstrak gagang cengkeh secara signifikan (p < 0.05). Meskipun demikian, baik ekstrak bunga maupun gagang cengkeh keduanya memiliki potensi sebagai antibakteri yang cukup efektif terhadap bakteri patogen Staphylococcus aureus.

 

References

[1] Cortés-Rojas, D.F., Fernandes de Souza, C.R., Oliveira, W.P. 2014. Clove (Syzygium aromaticum): a precious spice. Asian Pacific Journal of Tropical Biomedicine. 4. (2). 90–96.
[2] Towaha, Juniaty. 2012. Manfaat Eugenol Cengkeh dalam Berbagai Industri di Indonesia. Perspektif. 11. (2). 79–90.
[3] Pramod, K., Ansari, S.H., Ali, J. 2010. Eugenol: A Natural Compound with Versatile Pharmacological Actions. Natural Product Communication. 5. (12). 1999-2006.
[4] Pandey, A., Singh, P. 2011. Antibacterial activity of Syzygium aromaticum (clove) with metal ion effect against food borne pathogens. Asian Journal of Plant Science and Research. 1. (2). 69-80.
[5] Nurdjannah, N. 2004. Diversifikasi Penggunaan Cengkeh. Perspektif. 3. (2). 61–70.
[6] Sari, Q.A.M.P., Kusumaningrum, H.D. 2010. Cemaran Staphylococcus aureus pada Ayam Olahan Siap Saji dan Simulasi Rekontaminasi dari Udara. UT - Food Science and Technology, Institut Pertanian Bogor.
[7] Malelak, M.C.C., Wuri, D.A.,Tangkonda, E. 2019. Tingkat Cemaran Staphylococcus aureus pada Ikan Asin di Pasar Tradisional Kota Kupang. Jurnal Kajian Veteriner. 3. (2).147-164.
[8] Kadariya, J., Smith, T.C., Thapaliya, D. 2014. Staphylococcus aureus and Staphylococcal Food-Borne Disease: An Ongoing Challenge in Public Health. BioMed Research International. 2014. (827965): 1-9.
[9] Elhag, K.M. 2014. The Issue of Antibiotic Resistance. Sudan Journal of Rational Use of Medicine. 8. 5-6.
[10] Xiao, X., Wang, F., Yuan, Y., Liu, J., Liu, Y., Yi, X. 2019. Antibacterial Activity and Mode of Action of Dihydromyricetin from Ampelopsis grossedentata Leaves against Food-Borne Bacteria. Molecules. 24. (15). 2831.
[11] Gnanamani, A., Hariharan, P., Satyaseela, M.P. 2017. Staphylococcus aureus: Overview of Bacteriology, Clinical Diseases, Epidemiology, Antibiotic Resistance and Therapeutic Approach. Frontiers in Staphylococcus aureus. Shymaa Enany and Laura E. IntechOpen. London.
[12] Taylor, T.A., Unakal, C.G. 2020. Staphylococcus aureus. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Florida.
[13] Mirpour, M., Siahmazgi, Z.G., Kiasaraie, M.S. 2015. Antibacterial activity of clove, gall nut methanolic and ethanolic extracts on Streptococcus mutans PTCC 1683 and Streptococcus salivarius PTCC 1448. Journal of Oral Biology and Craniofacial Research. 5. (1). 7-10.
[14] Hadi, S. 2012. Pengambilan Minyak Atsiri Bunga Cengkeh (Clove Oil) Menggunakan Pelarut N-Heksana dan Benzena. Jurnal Bahan Alam Terbarukan. 1. (2). 25-30.
[15] Wael, S., Nuringtyas, T.R., Wijayanti, N., Astuti, P. 2018. Secondary Metabolites Production in Clove (Syzygium aromaticum): Chemical Compounds. Journal of Biological Sciences. 18. 399-406.
[16] Marchese, A., Barbieri, R., Coppo, E., Orhan, I.E., Daglia, M., Nabavi, S.F., Izadi, M., Abdollahi, M., Nabavi, S.M., Ajami, M. 2017. Antimicrobial activity of eugenol and essential oils containing eugenol: A mechanistic viewpoint. Critical Reviews in Microbiology. 43. (6). 668-689.
[17] Xie, Y., Yang, W., Tang, F., Chen, X., Ren, L. 2015. Antibacterial activities of flavonoids: structure-activity relationship and mechanism. Current Medicinal Chemistry. 22. (1). 132-49.
[18] Al-Mashkor, I.M.A. 2015. Evaluation of Antioxidant Activity of Clove (Syzygium aromaticum). International Journal of Chemical Science. 13. (1). 23-30.
[19] Kapoor, G., Saigal, S., Elongavan, A. 2017. Action and resistance mechanisms of antibiotics: A guide for clinicians. Journal of Anaesthesiology Clinical Pharmacology. 33. (3). 300–305.
[20] Akhavan, B.J., Khanna, N.R., Vijhani, P. 2020. Amoxicillin. StatPearls. StatPearls Publishing. Florida.
Published
2021-06-03
How to Cite
Safitri, Y. D., & Purnamawati, N. E. D. (2021). Perbandingan Aktivitas Antibakteri Ekstrak Methanol Gagang dan Bunga Cengkeh (Syzygium Aromaticum) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923. Jurnal Sains Dan Kesehatan, 3(3), 410-416. https://doi.org/10.25026/jsk.v3i3.354