Pengaruh Pemberian Edukasi Gizi Terhadap Pengetahuan dan Sikap Calon Pengantin dalam Pencegahan Stunting di KUA Kabupaten Tana Toraja

Effect of Nutrition Education on Knowledge and Attitudes of Prospective Bride and Groom in Preventing Stunting at KUA Tana Toraja Regency

  • Nur Pratiwi Patata Program Studi Kesehatan Masyarakat Konsentrasi Gizi, Fakultas Ilmu kesehatan Universitas Muhammadiyah Parepare 91112, Sulawesi Selatan Indonesia
  • Haniarti Haniarti Program Studi Kesehatan Masyarakat Konsentrasi Gizi, Fakultas Ilmu kesehatan Universitas Muhammadiyah Parepare 91112, Sulawesi Selatan Indonesia
  • Usman Usman Program Studi Kesehatan Masyarakat Konsentrasi Gizi, Fakultas Ilmu kesehatan Universitas Muhammadiyah Parepare 91112, Sulawesi Selatan Indonesia
Keywords: Knowledge, Attitudes, Stunting Prevention, Prospective Bride

Abstract

Stunting is a condition of failure to thrive in children (body and brain growth) malnourished for a long time. Stunting in children can prevent pregnancy when a child is two years old, or also known as the first 1000 days of life, Tana Toraja Regency is one of the 10 Stunting Emergency Districts, where Tana Toraja is in third place after Enrekang and Sinjai. Therefore, the purpose of this study was to see the effect of nutrition education on the knowledge and attitudes of the bride and groom in preventing stunting. In Tana Toraja, the method used in this study is a quasi-experimental method, with a One-group pre-post test design This research shows that there is a change in the knowledge and attitudes of the prospective bride and groom after being given nutrition education, where on average the respondents have started to improve their diet for pregnancy from the nutrition education that has been given before.

References

[1]. Hidayati, F. (2019). Memahami Stunting pada Anak. Alodokter. https://www.alodokter.com/memahami-stunting-pada-anak. [Diakses pada 15 Januari 2020]
[2]. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Situasi balita pendek (stunting) di Indonesia. Jakarta: Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2018.
[3]. Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia. 100 kabupaten/kota prioritas untuk intervensi anak kerdil (stunting). Jakarta: Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia. 2017.
[4]. Admin. (2019). TORAJA DARURAT STUNTING GIZI. Updatekareba. https://updatekareba.com/toraja-darurat-stunting-gizi/. [Diakses pada 17 Januari 2020]
[5]. Tim Riskesdas 2018. (2019). LAPORAN PROVINSI SULAWESI SELATAN RISKESDAS 2018 (Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (ed.)). Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (LPB). https://drive.google.com/file/d/1HdZ12zoE7IPea1BH5dfGv2RDsXq2TfH-/view. [Diakses pada 15 Januari 2020]
[6]. Sofiyya, I., Nur, A., Alfi, H., Uswatun, A., & Nataly, C. (2019). Pengaruh Edukasi Stunting Menggunakan Metode Brainstorming dan Audiovisual Terhadap Pengetahuan Ibu dengan Anak Stunting. Ilmu Gizi Indonesia, 02(02), 141–146.
[7]. Fitriani Umar, Syamsurijal Tabang. (2018). Pengembangan Media Edukasi Anemia Gizi dan Kekurangan Energi Kronik (KEK) Bagi Calon Pengantin Di Kantor Urusan Agama Kota Parepare. Kesehatan Bung, 8(1), 1–254.
[8]. Direktur Anggaran Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Penanganan Stunting Terpadu Jakarta: Kementrian Keuangan; 2018.
[9]. Fauziatin, N., Kartini, A., & Nugraheni, S. . (2019). Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Media Lembar Balik Tentang Pencegahan Stunting Pada Calon Pengantin. VISIKES : Jurnal Kesehatan Masyarakat, agustus, 224–233.
[10]. Aryastami, N. K. (2017). Kajian Kebijakan dan Penanggulangan Masalah Gizi Stunting di Indonesia. Buletin Penelitian Kesehatan, 45(4), 233–240. https://doi.org/10.22435/bpk.v45i4.7465.233-240. [Diakses pada 19 Januari 2020]
Published
2021-06-09
How to Cite
Patata, N. P., Haniarti, H., & Usman, U. (2021). Pengaruh Pemberian Edukasi Gizi Terhadap Pengetahuan dan Sikap Calon Pengantin dalam Pencegahan Stunting di KUA Kabupaten Tana Toraja. Jurnal Sains Dan Kesehatan, 3(3), 458-463. https://doi.org/10.25026/jsk.v3i3.429