Uji Boraks pada Beberapa Kerupuk Mentah dari Pasar Tradisional Kota Jambi

Borax Test on Some Raw Crackers from Jambi City Traditional Market

  • Agnes Juwita Program Studi Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu, Jambi
  • Yulianis Yulianis Program Studi Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu, Jambi
  • Mukhlis Sanuddin Program Studi Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu, Jambi
Keywords: kerupuk nasi, boraks, spektrofotometer UV-Vis

Abstract

Boraks dilarang penggunaannya pada makanan tetapi boraks masih sering ditambahkan di beberapa makanan salah satunya kerupuk. Kerupuk yang mengandung boraks jika dikonsumsi secara terus menerus dalam jangka waktu lama dapat mengakibatkan dampak negatif bagi kesehatan seperti kerusakan pada hati, sistem kardiovaskular dan sistem saraf pusat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kandungan boraks dan kadar boraks pada kerupuk mentah dari pasar Tradisional Kota Jambi. Metode yang digunakan untuk analisis boraks pada kerupuk mentah menggunakan kertas kunyit (tumerik) dan Spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian 10 sampel kerupuk mentah diperoleh 1 sampel mengandung boraks yaitu kerupuk nasi dari hasil uji kualitatif dengan kertas tumerik. Dari hasil uji dengan spektrofotometer UV-Vis diperoleh panjang gelombang maksimum dari larutan sampel 415 nm yang sama dengan panjang gelombang maksimum larutan standar boraks, pada hasil uji kuantitatif diperoleh kadar boraks sampel tersebut sebesar 139,23 µg/g.

 

Kata kunci : kerupuk nasi, boraks, spektrofotometer UV-Vis

References

1. Andyningtias. 2013. Identifikasi Kandungan Boraks Pada Kerupuk Puli Di Pasar Tradisional Kota Malang. Jurnal Pena Sains. Vol 2 No 2.
2. Anreny, F., & Simaremare, E. S. 2017. Di Distrik Heram Kota Jayapura. PHARMACON : Jurnal Ilmiah Farmasi. 6(3), 285–290.
3. Astuti, Engrid Juni, et al. 2019. Validation method for determining sodium benzoate in fruit juice drinks in Malang. Jurnal Farmasi Dan Ilmu Kesehatan, 4(1), 19–23.
4. Azmi, A. R., Masri, M., & Rasyid, R. 2018. Uji Kerupuk Ikan Yang Dijual Di Kota Padang Tahun 2018. Jurnal Kesehatan Andalas. 7(28), 521–525.
5. Hartati Kurnia Fadjar. 2017. Analisis Boraks Secara Cepat, Mudah Dan Murah pada kerupuk. Jurnal Teknologi Proses Dan Inovasi Industri, 2.
6. Muharrami, L. K. 2015. Analisis kualitatif kandungan boraks pada krupuk puli di kecamatan kamal. Jurnal Pena Sain, 2(2).
7. Permenkes. 2012. Bahan Tambahan Pangan.
8. Prasetya, A. W. 2016. Deteksi Kandungan Rhodamin B Pada Saus Serta Cemaran Boraks Dan Bakteri Salmonella Sp . Pada Cilok Keliling Salatiga The Detection Of Rhodamine B Content On The Sauce And The Contamination Of Borax And Salmonella Sp . In The Cilok In Salatiga. AGRIC, 28, 69–78.
9. RI, BPOM. 2013. Peraturan Kepala BPOM RI Nomor 36 Tahun 2013 Tentan Batas Maksimum Penggunaan Bahan Tambahan Pangan Pengawet.
10. Samsuar, S., Rokiban, A., & Suparsi, S. 2019. Analisis Kandungan Boraks Pada Kerupuk Nasi Yang Dijual Di Pasar Tradisional Kabupaten Tanggamus Secara Spektrofotometri UV-Vis. JFL : Jurnal Farmasi Lampung, 7(2).
11. Suseno, D. 2012. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Kandungan Boraks Pada Bakso Menggunakan Kertas Turmerik , FT – IR Spektrometer dan Spektrofotometer Uv -Vis. IJH : Indonesian Journal Of Halal. (33), 1–9.
Published
2021-06-30
How to Cite
Juwita, A., Yulianis, Y., & Sanuddin, M. (2021). Uji Boraks pada Beberapa Kerupuk Mentah dari Pasar Tradisional Kota Jambi. Jurnal Sains Dan Kesehatan, 3(3), 464-469. https://doi.org/10.25026/jsk.v3i3.449