Peningkatan Aktivitas Antimikroba Ekstrak Nanas (Ananas comosus (L.). Merr) dengan Pembentukan Nanopartikel

  • Deni Rahmat Fakultas Farmasi, Universitas Pancasila, Jakarta, Indonesia
  • Dian Ratih L. Fakultas Farmasi, Universitas Pancasila, Jakarta, Indonesia
  • Liliek Nurhidayati Fakultas Farmasi, Universitas Pancasila, Jakarta, Indonesia
  • Meilda Ayu Bathini Fakultas Farmasi Universitas Pancasila, Jakarta, Indonesia
Keywords: Bonggol nanas, nanopartikel, kitosan, antim ikroba

Abstract

Bonggol nanas (Ananas comosus (L.). Merr) mengandung enzim bromelain dengan kadar tertinggi dibandingkan bagian nanas lainnya. Salah satu fungsi enzim bromelain adalah sebagai antimikroba. Ekstrak bonggol nanas dibuat dalam bentuk nanopartikel dengan menggunakan kitosan kemudian dikeringkan dengan metode freeze drying. Serbuk kering ekstrak ditentukan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) terhadap Staphylococcus aureus. Nanopartikel ekstrak kering dilakukan uji ukuran partikel, zeta potensial, dan morfologi partikel. Nanopartikel ekstrak kemudian diformulasikan ke dalam bentuk sediaan gel. Tiap formula dilakukan uji mutu fisik antara lain organoleptik, homogenitas, viskositas dan sifat alir dan uji mutu kimia (pH). Hasil penelitian menunjukkan nanopartikel ekstrak memiliki ukuran partikel 60,8 nm dan bentuk partikel kering sferis. Ekstrak bonggol nanas memiliki KHM pada konsentrasi 1,25%. Gel formula IV menunjukkan DDH tertinggi yaitu 62,5 mm dan memiliki viskositas dan pH yang stabil. Dengan demikian pembuatan nanopartikel pada ekstrak bonggol nanas dapat meningkatkan aktivitas antimikroba dalam sediaan gel untuk penggunaan secara topikal

References

1. Anggraini D, Rahmides WS, Malik M. Formulasi Sabun Cair dari Ekstrak Batang Nanas (Ananas comosus.L)untuk Mengatasi Jamur
Candida albicans. Riau: Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau. Padang: Fakultas Farmasi Universitas Andalas Padang; 2012. h.30.

2. Putra AR. Formulasi Sampo Ekstrak Buah Nanas Dengan Variasi
Konsentrasi HPMC Sebagai Pengental Dan Penstabil Busa. Jakarta: Fakultas Farmasi Universitas Pancasila; 2010.

3. Rahayu A. Formulasi Tablet Dari Nanopartikel Ekstrak Daun Sambiloto (Andrographis paniculata [Burm.f.] Ness) Dengan Metode Cetak Langsung. Jakarta: Fakultas Farmasi Univeristas Pancasila; 2014.

4. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.Ttg Budidaya Pertanian. Jakarta: Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi; 2000. h. 1-17.

5. Tranggono RI, Latifah F. Buku Pegangan Ilmu Pengetahuan Kosmetik. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama; 2006. h.33-35;132-133.

6. Alternative Medicine Review. Bromelain Monograph; 2010. Vol 15. No 4. p. 361-364.

7. Achmad N. Reaksi Analisa Protein. 2011. h. 1-2.

8. Sinaga SR. Uji Banding Efektivitas Perasan Jeruk Purut (Citrus hystrix DC) dengan Zinc Pyrithione 1% Terhadap Pertumbuhan Pityrosporum ovale pada Penderita Berketombe. Semarang: Fakultas
Kedokteran Universitas Diponegoro; 2012. h.1,8-9.

9. Holt JG, Krieg NR, Sneath PHA, Staley JT, Williams ST. Bergey’s Manual of Determinative Bacteriology Ninth Edition. Baltimore: William & Wilkins; 1994.

10. Lachman L, Lieberman HA. Pharmaceutical Dosage Forms, Vol. 1. New York: Marcel Dekker; 1980
Published
2016-06-30
How to Cite
Rahmat, D., Ratih L., D., Nurhidayati, L., & Bathini, M. A. (2016). Peningkatan Aktivitas Antimikroba Ekstrak Nanas (Ananas comosus (L.). Merr) dengan Pembentukan Nanopartikel. Jurnal Sains Dan Kesehatan, 1(5), 236-244. https://doi.org/10.25026/jsk.v1i5.45