Gambaran Pola Makan Pra Lansia terkait Risiko Inflamasi Diabetes Melitus Tipe 2 Pada masa Pandemi Covid-19 di Wilayah Kerja Puskesmas Sidorejo Lor, Kota Salatiga

Overview of Pre-Elderly Eating Patterns Related to the Inflammatory Risk of Type 2 Diabetes Mellitus During the Covid-19 Pandemic in the Work Area of the Sidorejo Lor Health Center, Salatiga City

Authors

  • Kasila Anis Program Studi Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Kristen Satya Wacana
  • Kristiawan Prasetyo Agung Nugroho Program Studi Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Kristen Satya Wacana
  • Catherine Natawirarindry Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Kristen Satya Wacana

DOI:

https://doi.org/10.25026/jsk.v3i6.463

Keywords:

Pra lansia, Pola Makan, Covid-19, DMTP2, Salatiga

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit degeneratif yang cukup tinggi terjadi pada pra lansia. Apabila tidak diperhatikan akan berdampak pada penyakit dan kualitas hidup pra lansia. Selain itu perubahan kebiasaan makan pra lansia yang tidak sehat pada pandemi Covid-19 ini beresiko lebih tinggi memicu timbulnya komplikasi penyakit DMTP2 atau memperparah penyakit DMTP2. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran pola makan pra lansia terhadap risiko inflamasi DMTP2 pada masa pandemi Covid-19 di wilayah kerja Puskesmas Sidorejo Lor, Kota Salatiga. Metode deskriptif kuantitatif dengan teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu purposive sampling atau pengambilan sampel dengan cara menetapkan ciri-ciri khusus. Responden penelitian Pra Lansia berusia 49-59 Tahun dipilih berdasarkan data sekunder puskesmas Sidorejo Lor, Kota Salatia dengan teridentifikasi DMTP2. Pengumpulan data primer dilakukan dengan melakukan wawancara terstruktur menggunakan, lembar SQ-FFQ, Food Recall, dan kuesioner identifkasi inflamasi DMTP2. Penelitian dilaksanakan pada bulan September-November 2020. Analisis data meliputi hasil kuesioner, kemudian akan dianalisis secara deskriptif, lembar SQ-FFQ dan Food Recall dianalisis untuk mendapatkan data terkait jenis makanan yang rutin dikonsumsi dalam kurun waktu pengamatan penelitian, frekuensi, jumlah takaran serta penghitungan zat gizi dan kalori. Hasil penelitian responden dalam kategori defisit berat berdasarkan perhitungan Food recall dan SQ-FFQ. Kesimpulan penelitian ini yaitu jenis makanan yang dikonsumsi seperti nasi putih yang paling sering dikonsumsi responden memicu gula darah naik.

References

[1] Allorerung, D., Sekeon, S., & Joseph, W. (2016). Hubungan antara Umur, Jenis Kelamin, Tingkat Pendidikan dengan Kejadian DM tipe 2 di Puskemas Ranotana Weru Kota Manado Tahun 2016. J Kesehatan Masyarakat, 2(1), 1–8.
[2] Federasi Diabetes Internasional. Atlas Diabetes IDF - Edisi ke 9. DiabetesAtlas http://www.diabetesatlas.org/ (2019).
[3] Hanoatubun, S. (2020). Dampak Covid – 19 Terhadap Perekonomian Indonesia. Perekonomian Indonesia.
[4] Nurwati, R. A. M. dan R. N. (2020). Dampak pandemi covid-19 terhadap peningkatan
angka pengangguran di indonesia. Kesejahteraan Sosial.
[5] Pandelaki, K. (2012). Hubungan kadar gula darah puasa dengan jumlah leukosit pada pasien diabetes mellitus dengan sepsis.
[6] Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. (2018). Laporan Riskesdas 2018. Journal of Chemical Information and Modeling. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004
[7] Putra, F. D., & Mahmudiono, T. (2012). Hubungan tingkat konsumsi karbohidrat, lemak, dan dietary fiber dengan kadar gula darah pada penderita diabetes. Media Gizi Indonesia.
[8] Putri Sella Agustin, P. S. P. (2019). Pengaruh Pola Makan Tidak Seimbang dan Kurangnya Aktivitas Fisik. Journal of Chemical Information and Modeling. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004
[9] Ramadhan, A. (2013). Kategori Umur Menurut Depkes RI. In 17 Januari.
[10] Ridha Wahyuni, Amir Ma’ruf, E. M. (2019). Hubungan Pola Makan Terhadap Kadar Gula Darah Penderita Diabetes Mellitus. Jurnal Medika Karya Ilmiah Kesehatan, 4(2), 1–8.
[11] Riset Kesehatan Dasar. (2018). Laporan Provinsi Jawa Tengah Riskesdas 2018. In Kementerian Kesehatan RI.
[12] Usia, P. S., Di, T., St, S. D., Dan, A. I., & Medan, I. I. (2013). Pengaruh pola makan terhadap kejadian. 1–7.
[13] Winarsi, H., & Purwanto, A. (2010). Efek Suplementasi Ekstrak Protein Kecambah
Kedelai Terhadap Kadar IL-1Beta Penderita Diabetes Tipe-2. Hasil Penelitian J.Teknologi dan Industri Pangan, XXI(1), 6–10.
[14] Desto, A., Triyanti, M. A., Muhajir, N. F., & Fatimah, S. (2015). Gambaran Faktor
Risiko Kejadian Hiperglikemia Pada Pralansia Di Dusun Rejosari, Kemadang, Gunung Kidul, Yogayakrta. Jurnal The 2nd University Reseacrh Coloquium.
[15] Yusnanda, F., Rochadi, R. K., & Maas, L. T. (2018). Pengaruh Kebiasaan Makan Terhadap Kejadian Diabetes Mellitus Pada Pra Lansia Di Blud Rsu Meuraxa Kota Banda Aceh. Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan. Https://Doi.Org/10.24912/Jmstkik.V1i2.1043
[16] Fitri R. I, Yekti Wirawanni (2014). Hubungan Konsumsi Karbohidrat, Konsumsi Total Energi, Konsumsi Serat, Beban Glikemik Dan Latihan Jasmani Dengan Kadar Glukosa Darah Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2. Diponegoro Journal of Nutrition and Health. https://doi.org/10.14710/jnh.2.3.2014.%p
[17] Salsich GB, Mueller MJ, Sahrmann SA. 2010. Passive ankle stiffness in subjects with diabetes and peripheral neuropathy versus an age-mactched comparison group. Phys. Ther, 80 (4): 35236
[18] Supariasa, I dewa nyoman.2012. penilaian status gizi.EGC.Jakarta
[19] Rahmawati. (2011). Media Gizi Masyarakat Indonesia. Pola Makan Dan Aktifitas Fisik Dengan Kadar Glukosa Darah Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Rawat Jalan Di Rsup Dr.Wahidin Sudirohusodo Makassar.
[20] Murray. R, Granner D. K, Rodwell V. W. (2010). Biokimia. Buku Kedokteran EGC.Jakarta.
[21] Azrimaidalizah. (2011). Asupan Zat Gizi Dan Penyakit Diabetes Mellitus. Jurnal Kesehatan Masyarakat, September 2011-Maret 2011, Vol.6,No.l.
[22] Waspadji, S. (2011). Dabetes Mellitus. Mekanisme dasar dan pengelolaannya yang rasional dalam: penatalaksanaan diabetes mellitus terpadu. balai penerbit FK UI. Jakarta.

Downloads

Published

2021-12-31

How to Cite

Anis, K., Nugroho, K. P. A., & Natawirarindry, C. (2021). Gambaran Pola Makan Pra Lansia terkait Risiko Inflamasi Diabetes Melitus Tipe 2 Pada masa Pandemi Covid-19 di Wilayah Kerja Puskesmas Sidorejo Lor, Kota Salatiga: Overview of Pre-Elderly Eating Patterns Related to the Inflammatory Risk of Type 2 Diabetes Mellitus During the Covid-19 Pandemic in the Work Area of the Sidorejo Lor Health Center, Salatiga City. Jurnal Sains Dan Kesehatan, 3(6), 807–815. https://doi.org/10.25026/jsk.v3i6.463