Analisis Efektivitas Single Use dan Reuse Dialyzer pada Pasien Gagal Ginjal Kronik di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar

Analysis of the Effectiveness of Single Use and Reuse Dialyzers in Patients with Chronic Kidney Failure at Mardi Waluyo Hospital, Blitar City

  • Ana Amalia Stikes Karya Putra Bangsa
  • Nurdiana Mufida Apriliani Program Studi S1 Farmasi Stikes Karya Putra Bangsa
Keywords: GGK, single use dialyzer, reuse dialyzer, adekuasi hemodialisis

Abstract

Gagal Ginjal Kronik (GGK) merupakan suatu penyakit yang menyebabkan penurunan fungsi ginjal (GFR < 15 ml/mnt/1,73 m2 ) sehingga tubuh gagal mempertahankan metabolisme dan keseimbangan elektrolit. Hemodialisis merupakan terapi pengganti ginjal pada pasien gagal ginjal kronik. Proses hemodialisis dapat dilakukan selama dua atau tiga kali dalam seminggu selama tiga sampai lima jam. Alat yang digunakan pada terapi hemodialisis berupa dialyzer yang dapat digunakan sekali pakai (single use dialyzer) dan berulang (reuse dialyzer). Efektivitas hemodialisis dapat diketahui berdasarkan nilai Kt/V, nilai URR dan kadar hemoglobin. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas penggunaan single use dan reuse dialyzer terhadap karakteristik pasien, nilai Kt/V, nilai URR dan kadar haemoglobin. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional dengan pengambilan data secara retrospektif berdasarkan rekam medis dengan sampel sebanyak 39 orang. Data dianalisis menggunakan Statistical Package Social Sciences (SPSS) dengan teknik analisa Chi-Square. Hasil analisis data dapat dikatakan signifikan apabila nilai p value < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan terdadap efektifitas penggunaan single use dan reuse dialyzer dilihat dari nilai Kt/V (p = 0,649), URR (p = 0,685, dan hemoglobin (p = 0,789).

 

Keywords : GGK, single use dialyzer, reuse dialyzer, adekuasi hemodialisis

References

[1] PERNEFRI. (2011). Konsensus Manajemen Anemia pada Penyakit Ginjal Kronik. Jakarta: Perhimpunan Nefrologi Indonesia.
[2] Silviani, D., Adityawarman, dan Lieza, D., 2011. Hubungan Lama Periode Hemodialisis dengan Status Albumin Penderita Gagal Ginjal Kronik di Unit Hemodialisis RSUD. Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Tahun 2010, Mandala of Health, Vol. 5, No. 2
[3] Prasad, N., & Jha, V. (2015). Hemodialysis in Asia. Kidney Diseases, 1(3), 165–177.
[4] Indonesian Renal Registry. (2017). 10th Report Of Indonesian Renal Registry. Program Indonesian Renal Registry (IRR), 1–40.
[5] National Kidney Foundation. (2015). KDOQI Clinical Practice Guideline Hemodialysis Update Update of the KDOQI TM Clinical Practice Guideline for Hemodialysis Adequacy. In National Kidney Foundation.
[6] Almubarok, M. F., & Sukmarini, L. (2016). Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal yang Menjalani Hemodialisis dengan Metode Single Use dan Reuse di RSPAD Gatot Subroto dan RS PGI Cikini Jakarta. Ners Jurnal Keperawatan, 12(2), 101–115.
[7] Carrero, J. (2010). Gender Differences in Chronic Kidney Disease: Underpinnings and Therapeutic Implications. Kidney and Blood Pressure Research, 33(5), 383–392.
[8] Hermansyah, Y., Ayu, D., Supriatiningsih, W., & Hermansyah, B. (2019). Perbedaan Kadar Kalium pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik Stadium 5 yang Menggunakan Hemodialyzer Baru dan Re-Use di RSD dr. Soebandi Jember The Difference of Potassium Level in Stage 5 Kidney Chronic Disease Patients Whose Using New and Re-use Hemodialyzer in RSD dr. Soebandi Jember. Journal of Agromedicine and Medical Sciences, 5(3), 148–153. Retrieved from https://jurnal.unej.ac.id/index.php/JAMS/article/view/9540
[9] Suparti, S., & Solikhah, U. (2016). Perbedaan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik Ditinjau dari Tingkat Pendidikan, Frekuensi dan Lama Hemodialisis Di RSUD Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Medisains, 14(2), 50–58. Retrieved from http://jurnalnasional.ump.ac.id/index.php/medisains/article/view/1055
[10] Arifa, S. I., Azam, M., & Handayani, O. W. K. (2017). Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Penyakit Ginjal Kronik pada Penderita Hipertensi di Indonesia. Jurnal MKMI, 13(4), 319–328.
[11] Situmorang, M. (2015). Penentuan Indeks Massa Tubuh (IMT) melalui Pengukuran Berat dan Tinggi Badan Berbasis MikrokontrolerAT89S51 dan PC. Jurnal Teori Dan Aplikasi Fisika, 03(02), 102–110.
[12] Baladraf, F., Surachmanto, E. E., & Moeis, E. S. (2013). Hubungan Indeks Massa Tubuh Dengan Laju Filtrasi Glomerulus Pada Mahasiswa Dengan Obesitas Di Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Jurnal E-Biomedik, 1(1), 246–251.
[13] Anggraini, Y. D. (2016). Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronis Yang Menjalani Hemodialisis Di RSUD Blambangan Banyuwangi. Digital Repository UNEJ, Vol. 56, Issue 45.
[14] Floresa, P. G. (2015). Beberapa Faktor Risiko Gagal Ginjal Kronik DI RSD dr. Soebandi (Skripsi). Diital Respiratory Universitas Jember.
[15] Maw, T. T., & Fried, L. (2013). Chronic Kidney Disease in the Elderly. Clinics in Geriatric Medicine, 29(3), 611–624.
[16] Hidayat, R., Azmi, S., & Pertiwi, D. (2016). Hubungan Kejadian Anemia dengan Penyakit Ginjal Kronik pada Pasien yang Dirawat di Bagian Ilmu Penyakit Dalam RSUP dr M Djamil Padang Tahun 2010. Jurnal Kesehatan Andalas, 5(3), 546–550. https://doi.org/10.25077/jka.v5i3.574
[17] Almubarok, M. F., & Setiowati, D. (2019). Gambaran Adekuasi (Ureum & Kreatinin), Haemoglobin, Albumin, Serta Kualitas Hidup Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisa. Journal of Islamic Nursing, 4(1), 17
[18] Puspitasari, C. E., Andayani, T. M., & Irijanto, F. (2019). Penilaian Kualitas Hidup Pasien Hemodialisis Rutin dengan Anemia di Yogyakarta. JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice), 9(3), 182. https://doi.org/10.22146/jmpf.43187
[19] Mayuda, A., Chasani, S., & Saktini, F. (2017).Hubungan Antara Lama Hemodialisis Dengan Kualitas Hidup Pasien Penyakit Ginjal Kronik (Studi Di Rsup Dr.Kariadi Semarang). Jurnal Kedokteran Diponegoro, 6(2), 167–176.
[20] Thenmozhi, P. (2018). Quality of Life of Patients Undergoing Hemodialysis. Asian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research, 11(4), 219–223.
[21] Sagala, P. (2015). Analysis of Factors Affecting the Quality of Life of Chronic Kidney Failure Patients Undergoing Hemodialysis at the Adam Malik Haji General Hospital in Medan. Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA, 1(1), 8–16.
[22] Imelda, F., Susalit, E., Marbun, M. B. M., & Rumende, C. M. (2017). Gambaran Klinis dan Kualitas Hidup Pasien Penyakit Ginjal Tahap Akhir yang Menjalani Hemodialisis Dua Kali Dibandingkan Tiga Kali Seminggu. Jurnal Penyakit Dalam Indonesia, 4(3), 128. https://doi.org/10.7454/jpdi.v4i3.139
[23] Ipo, J. A. B. A., & Aryani, T. (2016). Hubungan Jenis Kelamin Dan Frekuensi Hemodialisa Dengan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisa Di Rumah Sakit Umum Daerah Raden Mattaher Jambi. Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi, 5(2), 46–55. Retrieved from http://jab.stikba.ac.id/index.php/jab/article/view/7
[24] Anees, M., Hameed, F., Mumtaz, A., Ibrahim, M., & Khan, M. S. (2011). Dialysis-Related Factors Affecting Quality of Life in Patients on Hemodialysis. Iranian Journal of Kidney Disease, 5(1).
[25] Bawazier, L. A., & Suhardjono, S. (2018). Comparison of Quality of Life between Patients Undergoing Chronic Hemodialysis with Reusable Dialyzer and Single-Use Dialyzer: A Retrospective Cohort Study. Acta Medica Indonesiana, 50(3), 222–229.
[26] Purnama, Y. I., Kandarini, Y., Sudhana, W., Loekman, J. S., Widiana, R., & Suwitra, K. (2015). Pemakaian Ulang Dialiser Tidak Berpengaruh Terhadap Nilai Urea Redution Rate dan Kt/V pada Pasien Hemodialisis Kronik. 1–11.
[27] Denny, G. B., & Golper, T. A. (2014). Does hemodialyzer reuse have a place in current ESRD care: “To Be or Not To Be?” Seminars in Dialysis, 27(3), 256–258. https://doi.org/10.1111/sdi.12232
[28] Malyszko, J., Milkowski, A., Benedyk-Lorens, E., & Dryl-Rydzynska, T. (2016). Effects of dialyzer reuse on dialysis adequacy, anemia control, erythropoieting-stimulating agents use and phosphate level. Archives of Medical Science, 12(1), 219–221. https://doi.org/10.5114/aoms.2016.57599
[29] Kes, P., Zeljko, R., Starcevic, B., & Ratkovic-Gusic, I. (1997). Influence of Erythropoietin Treatment on Dialyzer Reuse. Blood Purification, 15, 77–83.
[30] Putra, E. M. F., Hermansyah, Y., & Riyanti, R. (2013). Perbedaan Profil Sel Darah Pasien Penyakit Ginjal Kronik Stadium Lima yang Menjalani Hemodialisis Menggunakan Dialyzer Baru dan Reuse di Instalasi RSD DR. Soebandi Jember.
[31] Yokoyama, H., Kawaguchi, T., Wada, T., Takahashi, Y., Higashi, T., Yamazaki, S., … Saito, A. (2008). Biocompatibility and permeability of dialyzer membranes do not affect anemia, erythropoietin dosage or mortality in Japanese patients on chronic non-reuse hemodialysis: A prospective cohort study from the J-DOPPS II study. Nephron - Clinical Practice, 109(2). https://doi.org/10.1159/000142528
Published
2021-10-31
How to Cite
Amalia, A., & Apriliani, N. M. (2021). Analisis Efektivitas Single Use dan Reuse Dialyzer pada Pasien Gagal Ginjal Kronik di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar . Jurnal Sains Dan Kesehatan, 3(5), 679-686. Retrieved from https://jsk.farmasi.unmul.ac.id/index.php/jsk/article/view/572