Laporan Kasus: Penanganan Efek Samping Pseudoefedrin pada Pasien ISPA Anak

Case Report: Handling Pseudoephedrine Side Effects in Pediatric ISPA Patients

Authors

  • Agata Tika Sari Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman
  • Niken Indriyanti Departemen Farmakologi, Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman, Samarinda

DOI:

https://doi.org/10.25026/jsk.v4i2.781

Keywords:

Pseudoefedrin, efek samping, penanganan

Abstract

Abstract

Flu with various symptoms can be caused by infection or allergies. This case report focuses on the management of pseudoephedrine side effects in pediatric ISPA patients receiving polypharmacy therapy. An 8-year-old female patient came to the doctor to practice coughing, colds and fever for 2 days. The patient was then given Puyer containing amoxicillin 200 mg and Puyer for symptomatic symptoms containing paracetamol 200 mg, mebhydrolin napadisylate 50 mg 1/3 tablet, amboroxol 6 mg, dexamethasone 0.5 mg 1/3 tablet, pseudoephedrine HCL 60 mg and triprolidine. HCL 2.5 mg 1/4 tablet with the use of 3×1 for 15 powders. After drinking the powder, the patient complained of heart palpitations.

 

abstrak

flu dengan berbagai gejalanya dapat disebabkan oleh infeksi ataupun alergi. Laporan kasus ini berfokus pada penanganan efek samping pseudoefedrin pada pasien ISPA anak yang mendapatkan terapi polifarmasi. Pasien anak perembuan umur 8 tahun datang ke dokter praktek mengeluhkan batuk, pilek, dan demam sudah 2 hari. Pasien tersebut kemudian diresepkan puyer dengan kandungan amoxicillin 200 mg dan puyer untuk gejala simptomatis  dengan kandungan parasetaml 200 mg, mebhydrolin napadisylate 50 mg 1/3 tablet, ambroxol 6 mg, dexamethasone 0.,5 mg 1/3 tablet, pseudoefedrin HCL 60 mg dan triprolidine HCL 2,5 mg 1/4 tablet dengan aturan pemakaian 3×1 untuk 15 puyer. Setelah minum puyer tersebut pasien mengeluhkan jantung berdebar-debar.

 

 

References

Daftar Pustaka
[1] Gitawati, R. 2014. Bahan Aktif dalam Kombinasi Obat Flu dan Batuk Pilek dan Pemilihan obat yang Rasional. Media Litbangkes. Vol.24. No.1.
[2] Tandi. J., Mufidah. P., Valen. R., dan Ardiyanto. P. 2018. Kajian Peresepan Obat Antibiotik Penyakit ISPA pada Anak RSU Anutapura Palu Tahun 2017. Pharmacon Jurnal Ilmiah Farmasi –UNSRAT. Vol. 7 No. 4.
[3] Soedibyo, S., Yulianto, A., dan Wardhana. 2013. Profil Penggunaan Obat Batuk Pilek Bebas pada Pasien Anak dibawah Umur 6 Tahun. Sari Pediatri. Vol. 14. No.6.
[4] Ihsan. S.,Sabarudin, Mesi,L., Andi S.Z.S., dan Merlyn H. I. 2017. Evaluasi Rasionalitas Penggunaan Obat Ditinjau dari Indikator Peresepan Menurut World Health Organization (WHO) di Seluruh Puskesmas Kota Kendari Tahun 2016. E-ISSN.Vol.5.No.1
[5] Gheorghiev, M.D., Hosseini, F., dan Cooper. 2018. Effect of Pseudoephedrine on Parameters Affecting Exercise Performance: a Meta-analysis. Sport Medicine.

Downloads

Published

2022-04-30

How to Cite

Sari, A. T., & Indriyanti, N. (2022). Laporan Kasus: Penanganan Efek Samping Pseudoefedrin pada Pasien ISPA Anak: Case Report: Handling Pseudoephedrine Side Effects in Pediatric ISPA Patients. Jurnal Sains Dan Kesehatan, 4(2), 231–233. https://doi.org/10.25026/jsk.v4i2.781