Kajian Pola Pengobatan Penderita Kanker Serviks Pada Pasien Rawat Inap Di Instalasi RSUD Abdul Wahab Sjahranie Periode 2014-2015

  • Yuniar Firsty Oktavia Lantika Faculty of Pharmacy, Mulawarman University, Samarinda, Indonesia
  • Rolan Rusli Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Kefarmasian "Farmaka Tropis", Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia http://orcid.org/0000-0003-1264-5933
  • Welinda Dyah Ayu Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Kefarmasian "Farmaka Tropis", Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia
Keywords: Kanker Serviks, Karakteristik Pasien, Pola Pengobatan Kemoterapi Pasien, Dosis

Abstract

Kanker organ reproduksi termasuk jenis kanker yang banyak terjadi pada wanita, salah satunya yaitu kanker serviks yang disebabkan oleh infeksi Human Papilloma Virus (HPV) dan salah satu cara pengobatan kanker yang digunakan adalah pengobatan kemoterapi secara injeksi intravena melalui pembuluh darah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pasien kanker serviks, pola pengobatan kemoterapi pasien kanker serviks, dan dosis kemoterapi yang digunakan pasien kanker serviks. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan metode retrospektif. Pengumpulan data dilakukan dengan mencatat rekam medik pasien (responden) dengan jumlah total sebanyak 22 responden yang memiliki karakteristik yaitu berdasarkan usia terbanyak adalah usia 31-40 tahun sebesar 50%, berdasarkan hubungan antara usia pertama kali menikah dengan jumlah pernikahan terbanyak adalah usia 15-20 tahun dan menikah sekali sebesar 64%, dan berdasarkan metastase terbanyak adalah metastase IIIB sebesar 42%. Adapun pola pengobatan kemoterapi berdasarkan pemilihan jenis dan golongan obat kemoterapi terbanyak adalah kombinasi obat kemoterapi karboplatin-paxus sebesar 86% dan berdasarkan efek samping obat kemoterapi terbanyak adalah efek samping obat mual muntah sebesar 50%. Dosis pengobatan kemoterapi sesuai dengan hasil perhitungan dosis berdasarkan BSA (Body Surface Area) dan ClCr (Creatinine Clearance).

References

[1] Aziz,F.M. 2002. Skrining dan Deteksi Dini Kanker Serviks. Balai Penerbit FKUI: Jakarta
[2] Guidline, NCCN. 2013. Ovarian Cancer Including Fallopian Tube Cancer and Primary Peritoneal Cancer. Guidline in Oncology: English
[3] Julian, Desmond & Claire Marley. 1991. Coronary Heart Disease the Facts. Oxford University Press: New York
[4] Junaidi, Iskandar.2007. Kanker. PT. Bhuana Ilmu Popule: Jakarta
[5] Kar, Azmi Sariedj. 2005. Pengaruh Anemia dan Kanker terhadap Kualitas Hidup dan Hasil Pengobatan.Jurnal Sains Universitas Sumatra Utara: Medan
[6] Lucida, Henny. 2011. Analisis Aspek Farmakokinetika Klinik Pasien Gagal Ginjal pada IRNA Penyakit Dalam RSUD Dr.Djamil Padang. Jurnal Sains Teknologi Farmasi Volume 16 Nomer 2 Fakultas Farmasi Universitas Andalas: Padang
[7] Perbowo, Primandono. 2008. Perbandingan Kejadian Neurotropeni dan Neuropati Perifer Akibat Kemoterapi Adjuvan Paclitaxel-Carboplatin Antara Paclitaxel 3 jam dengan Paclitaxel Infus 24 jam pada Penderita Kanker Ovarium Stadium I-IV. Departemen Obstetric dan Ginekologi Fakultas Kedokteran UNAIR: Surabaya
[8] Rasjidi, Imam, Dr. 2010. Kanker Pada Wanita. PT.Gramedia: Jakarta
[9] Sandina, Dewi. 2011. 9 Penyakit Mematikan Mengenali Tanda dan Pengobatannya. Smart pustaka: Yogyakarta
[10] Siboro, R. 2006. Karakteristik Penderita Kanker Serviks yang Dirawat Inap di RSUD H. Adam Malik Medan Tahun 2001-2005. Skripsi FKM-USU: Medan
[11] Solimando, Dominic A. 2004. Drug Information Handbook for Oncology 4th Edition. Lexi Comp APHA: Amerika
[12] Syatriani, Sri. 2011. Faktor Risiko Kanker Serviks di Rumah Sakit Umum Pemerintah Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar, Sulawesi Selatan. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Volume 5 Nomer 6: Makassar
[13] Tapan, E. 2005. Kanker, Antioksidan dan Terapi Komplementer. PT.Elex Media Komputindo: Jakarta
Published
2017-12-31
How to Cite
Lantika, Y. F. O., Rusli, R., & Ayu, W. D. (2017). Kajian Pola Pengobatan Penderita Kanker Serviks Pada Pasien Rawat Inap Di Instalasi RSUD Abdul Wahab Sjahranie Periode 2014-2015. Jurnal Sains Dan Kesehatan, 1(8), 448-455. https://doi.org/10.25026/jsk.v1i8.89