https://jsk.farmasi.unmul.ac.id/index.php/jsk/issue/feed Jurnal Sains dan Kesehatan 2022-01-09T09:57:46+07:00 Journal Editor admin@farmasi.unmul.ac.id Open Journal Systems https://jsk.farmasi.unmul.ac.id/index.php/jsk/article/view/846 Front Cover, Editorial Information, Table of Content, Author Guideline, Back Cover 2022-01-03T13:39:23+07:00 2021-12-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 Jurnal Sains dan Kesehatan https://jsk.farmasi.unmul.ac.id/index.php/jsk/article/view/575 Medication Related Burden pada Pasien Gagal Ginjal Kronis di RSUD Kota Yogyakarta 2021-12-27T11:12:06+07:00 Woro Supadmi wsupadmi@yahoo.com Muhammad Muhlis wsupadmi@yahoo.com Ilham Bintang Agung wsupadmi@yahoo.com <p>Chronic kidney disease (CKD) is a condition of chronic kidney function decline, progressive and irreversible. Treatment measures given to patients with chronic kidney disease depends on what stage obtained from treatment of comorbid conditions to renal replacement or hemodialysis. Prolonged drug consumption affects the burden of medication or medication related burden on patients. This study was conducted to determine&nbsp; the relationship between treatment load and the level of adherence in patients with chronic renal failure in RSUD Kota Yogyakarta. This study was observational study with a cross-sectional design. The instrument used was in the form of LMQ questionnaire to determine medication related burden and questionnaire MARS to determine the adherence. Data were analyzed by&nbsp; Spearman Test to determine the relationship between medication-related burden and patient compliance. The results showed that significant correlation between LMQ scores and MARS scores (correlation coefficient = -0.413, p = 0.001) and between VAS Score and MARS scores (correlation coefficient = -0.413, p = 0.001). The higher the medication related burden, the lower the patient's compliance.</p> 2021-12-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 Jurnal Sains dan Kesehatan https://jsk.farmasi.unmul.ac.id/index.php/jsk/article/view/730 Aktivitas Penghambatan Enzim Tirosinase Secara In Vitro Solid Lipid Nanopartikel Tetrahidrokurkumin 2021-12-29T11:14:44+07:00 Nurul Hidayatri nurul.hidayatri@gmail.com Deni Rahmat nurul.hidayatri@gmail.com Agung Eru Wibowo nurul.hidayatri@gmail.com <p>Tetrahidrokurkumin (THC) adalah salah satu senyawa polifenol yang memiliki khasiat sebagai pencerah kulit. THC merupakan turunan kurkumin dimana THC memiliki warna serbuk kuning muda hingga putih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi aktivitas penghambatan enzim tirosinase terbaik dari senyawa tetrahidrokurkumin yang diformulasi dalam bentuk solid lipid nanopartikel (SLN) dengan menggunakan asam kojat sebagai kontrol positif. SLN yang terbentuk dikarakterisasi dari ukuran partikel, morfologinya, zeta potensial serta indeks polidipersitas dan diuji aktivitas penghambatan terhadap enzim tirosinase secara <em>in vitro</em>. Hasil penelitian menunjukkan SLN THC memiliki ukuran partikel 321,36±1,800 nm, indeks polidispersitas 0,265±0,005 dan zeta potensial sebesar -28,73 ± 0,450 mV. Untuk senyawa SLN THC menunjukkan aktivitas sebagai penghambat enzim tirosinase dengan nilai IC<sub>50</sub> hambatan tirosinase 1,1050 µg/ml.</p> 2021-12-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 Jurnal Sains dan Kesehatan https://jsk.farmasi.unmul.ac.id/index.php/jsk/article/view/744 Pengaruh Minyak Biji Jinten Hitam (Nigella sativa L) terhadap Kadar Interleukin-4 2021-12-29T11:14:24+07:00 Tantri Rachmayani tantrirachmayani1@gmail.com Akrom Akrom akrom@pharm.uad.ac.id Titiek Hidayati akrom@pharm.uad.ac.id <p>Black cumin has a variety of efficacious substances, one of which is thymoquinon as an immunodulator, its role against Interleukin-4 with the subject of phase 2 clinical trials as an anti-inflammatory cytokine that is by inhibiting prostaglandin type E2 from arachidonic acid through induction resistance to cyclooxigenase-2. Aim to find out how the effect of Black Cumin Seed Oil in increasing levels of Interleukin-4. Randomized Clinical Trial study of 39 healthy participants of active smokers with the age of &gt;18 years. Divided into 4 groups, namely Group 1 given placebo 3x1 capsules/day, group 2,3 and 4 given Black Cumin Seed Oil 3x1,3x2 and 3x3 capsules/day given for 30 days. Percentage il-4 using ELISA method. The results were analyzed using the One Way Annova method, with consecutive p-values (0.281 and 0.860) &gt; 0.05 meaning there were meaningless differences between each treatment group. Based on the average percentage value of Interleukin-4, there was an increase in the MBJH treatment group of 3x1 capsules/day by 16,566% compared to the placebo group of 3x1 capsules/day by 13,995%.</p> 2021-12-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 Jurnal Sains dan Kesehatan https://jsk.farmasi.unmul.ac.id/index.php/jsk/article/view/818 Formulasi dan Evaluasi Nano Partikel Ekstrak Etanol Daun Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L.) Varietas Antin-3 2021-12-29T11:14:02+07:00 Damaranie Dipahayu d.dipahayu@akfarsurabaya.ac.id Galuh Gondo Kusumo d.dipahayu@akfarsurabaya.ac.id <p>Ekstrak daun ubi jalar ungu (Ipomoea batatas Lamk) varietas Antin-3 (Ekstrak daun Antin-3) yang mengandung polifenol dan flavonoid yang memiliki kemampuan sebagai antioksidan. Polifenol dan Flavonoid memiliki bioavailabilitas yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk memperkecil ukuran partikel ekstrak menjadi nanopartikel sehingga penyerapan saluran cerna dapat meningkat serta evaluasi fisiknya untuk memastikan partikel nano seperti ukuran partikel (10-1.000 nm), indeks polidispersitas (PDI) ( &lt; 0,5) dan nilai potensial zeta (±20mV sampai ±-30mV). Formulasi ekstrak nano dengan metode gelasi ionik menggunakan kitosan: NaTPP. Ada tiga Tiga sampel yang diteliti (F1:F2:F3) yaitu dengan perbandingan ekstrak daun Antin-3:kitosan:NaTPP (1:1:1 ); (1:5:1); (1:10:1). Evaluasi dilakukan dengan menggunakan PSA (Particle Size Analyzer). Hasil evaluasi sampel (F1:F2:F3) menggunakan PSA (Particle Size Analyzer) untuk ukuran partikel berturut-turut (1.482 nm; 564,38 nm; 734,36 nm); untuk PdI berturut-turut (0,3482; 0,4272; 0,381) dan untuk nilai potensial zeta masing-masing (5,19mV; 21,57mV; 33,4mV). F3 merupakan sampel yang memenuhi kriteria ukuran partikel, PdI dengan nilai zeta potensial</p> 2021-12-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 Jurnal Sains dan Kesehatan https://jsk.farmasi.unmul.ac.id/index.php/jsk/article/view/659 Hubungan Kadar Hemoglobin Sebelum dan Selama Terapi Radiasi dengan Respon Tumor pada Pasien Kanker Serviks di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda 2021-12-29T11:13:32+07:00 Luthfa Hubbalkhairi Ulfa luthfaulfa@yahoo.co.id Andriansyah Andriansyah luthfaulfa@yahoo.com Abdillah Iskandar luthfaulfa@yahoo.com <p>Kanker serviks menempati peringkat ke empat jenis kanker pada wanita yang paling umum, dimana kasus baru kanker serviks lebih sering muncul di negara berkembang dibanding negara maju, yaitu sebesar 76% kasus pada semua kelompok usia. Di Indonesia kanker serviks merupakan penyakit dengan prevalensi tertinggi. Pengobatan utama pada pasien kanker serviks adalah operasi atau radiasi. Terapi radiasi sendiri dapat menyebabkan penurunan proses pembentukan sel-sel darah merah sehingga sel darah merah akan menurun. Secara fisiologis, penurunan kadar hemoglobin dapat mendorong pertumbuhan tumor dan merusak respons terhadap pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar hemoglobin sebelum dan selama terapi radiasi dengan respon tumor pada pasien kanker serviks di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Penelitian analitik observasional dengan metode <em>cohort </em>dilakukan pada 102 pasien kanker serviks yang melakukan pemeriksaan kadar hemoglobin sebelum terapi dan selama terapi radiasi. Analisis data menggunakan uji <em>Chi-Square</em>. Hasil penelitian menunjukkan kelompok usia terbanyak adalah 50-59 tahun (45.1%). Hasil uji statistik menunjukkan variabel yang tidak berhubungan adalah kadar hemoglobin sebelum terapi (<em>p</em> = 0.572) dan kadar hemoglobin selama terapi (<em>p </em>= 0.466). Disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara kadar hemoglobin sebelum dan selama terapi dengan respon tumor pada pasien kanker serviks.</p> 2021-12-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 Jurnal Sains dan Kesehatan https://jsk.farmasi.unmul.ac.id/index.php/jsk/article/view/933 Pengaruh Pemberian Minyak Ikan terhadap Hasil Terapi Pasien Skizofrenia Rawat Inap Berdasarkan Skala PANSS 2021-12-28T09:04:47+07:00 Warrantia Citta Citti Putri warrantiacittacittiputri@universitasmulia.ac.id Nishia Waya Meray warrantiacittacittiputri@universitasmulia.ac.id Indah Woro Utami warrantiacittacittiputri@universitasmulia.ac.id <p>Pemberian minyak ikan sebagai terapi tambahan skizofrenia dapat menurunkan nilai <em>Positive and Negative Syndrome Scale</em> (PANSS) pada pasien rawat inap di Rumah Sakit Grhasia. Penelitian cross sectional dilakukan dengan <em>pre-test and post-test with control group design</em>, minyak ikan diberikan 2 kali sehari 1 kapsul selama 6 minggu dan skala PANSS digunakan untuk menilai efektifitas terapi. Untuk pengambilan sampel diambil menggunakan metode <em>consecutive sampling</em> dan data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan uji-t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata 50 poin pada 22 kelompok perlakuan dan rata-rata penurunan sebesar 39,4 poin pada 22 kelompok kontrol. Dapat disimpulkan pemberian minyak ikan sebagai terapi tambahan dalam pengobatan pasien skizofrenia akan memberikan hasil terapi yang lebih baik daripada tidak diberikan tambahan minyak ikan.</p> 2021-12-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 Jurnal Sains dan Kesehatan https://jsk.farmasi.unmul.ac.id/index.php/jsk/article/view/710 Uji Aktivitas Anthelmintik Perasan Buah Mengkudu (Morinda citrifolia) Secara In Vivo 2022-01-07T13:05:10+07:00 Herlina Argantari Basuki herlinabasuki@gmail.com Erwin Samsul erwinsamsul@farmasi.unmul.ac.id Rolan Rusli rolan@farmasi.unmul.ac.id <p>Mengkudu (Morinda citrifolia) merupakan salah satu tanaman yang dipercaya oleh masyarakat memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Salah satu manfaat dari buah mengkudu yaitu sebagai obat cacing. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas anthelmintik pada perasan buah mengkudu dan mengetahui konsentrasi efektif dalam membunuh cacing secara in vivo. Hasil pengujian menunjukkan adanya aktivitas anthelmintik pada perasan buah mengkudu secara in vivo yang dibuktikan dengan menggunakan uji One Way ANOVA yang dimana tidak ada perbedaan signifikan (p&gt;0,05) antara variasi konsentrasi perasan buah mengkudu dengan kontrol positif yaitu pirantel pamoat. Hasil pengujian menunjukkan bahwa konsentrasi perasan buah mengkudu yang paling efektif dalam membunuh cacing yaitu terdapat pada konsentrasi 75% dan 100% dilihat dari rasio kematian cacing.</p> 2021-12-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 Jurnal Sains dan Kesehatan https://jsk.farmasi.unmul.ac.id/index.php/jsk/article/view/463 Gambaran Pola Makan Pra Lansia terkait Risiko Inflamasi Diabetes Melitus Tipe 2 Pada masa Pandemi Covid-19 di Wilayah Kerja Puskesmas Sidorejo Lor, Kota Salatiga 2021-12-29T19:38:29+07:00 Kasila Anis 472017425@student.uksw.edu Kristiawan Prasetyo Agung Nugroho 472017425@student.uksw.edu Catherine Natawirarindry 472017425@student.uksw.edu <p>Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit degeneratif yang cukup tinggi terjadi pada pra lansia. Apabila tidak diperhatikan akan berdampak pada penyakit dan kualitas hidup pra lansia. Selain itu perubahan kebiasaan makan pra lansia yang tidak sehat pada pandemi Covid-19 ini beresiko lebih tinggi memicu timbulnya komplikasi penyakit DMTP2 atau memperparah penyakit DMTP2. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran pola makan pra lansia terhadap risiko inflamasi DMTP2 pada masa pandemi Covid-19 di wilayah kerja Puskesmas Sidorejo Lor, Kota Salatiga. Metode deskriptif kuantitatif dengan teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu <em>purposive sampling </em>atau pengambilan sampel dengan cara menetapkan ciri-ciri khusus. Responden penelitian Pra Lansia berusia 49-59 Tahun dipilih berdasarkan data sekunder puskesmas Sidorejo Lor, Kota Salatia dengan teridentifikasi DMTP2. Pengumpulan data primer dilakukan dengan melakukan wawancara terstruktur menggunakan, lembar SQ-FFQ, Food Recall, dan kuesioner identifkasi inflamasi DMTP2. Penelitian dilaksanakan pada bulan September-November 2020. Analisis data meliputi hasil kuesioner, kemudian akan dianalisis secara deskriptif, lembar <em>SQ-FFQ </em>dan<em> Food Recall</em> dianalisis untuk mendapatkan data terkait jenis makanan yang rutin dikonsumsi dalam kurun waktu pengamatan penelitian, frekuensi, jumlah takaran serta penghitungan zat gizi dan kalori. Hasil penelitian responden dalam kategori defisit berat berdasarkan perhitungan Food recall dan SQ-FFQ. Kesimpulan penelitian ini yaitu jenis makanan yang dikonsumsi seperti nasi putih yang paling sering dikonsumsi responden memicu gula darah naik.</p> 2021-12-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 Jurnal Sains dan Kesehatan https://jsk.farmasi.unmul.ac.id/index.php/jsk/article/view/679 Gambaran Pola Asuh Anak Obesitas Usia 5–12 Tahun di SD Negeri 09 Rangkang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat 2021-12-29T19:45:25+07:00 Celine Angely kristiawan.nugroho@uksw.edu Kristiawan Prasetyo Agung Nugroho kristiawan.nugroho@uksw.edu Venti Agustina kristiawan.nugroho@uksw.edu Obesitas merupakan kondisi dimana terjadinya penumpukan lemak secara berlebihan di dalam tubuh. Banyak masyarakat dan orang tua beranggapan bahwa seorang anak yang memiliki postur tubuh gemuk kelihatan sehat dan menggemaskan. Sehingga hal ini yang membuat banyak orang tua merasa bangga jika memiliki anak dengan postur tubuh gemuk. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan pola asuh anak obesitas usia 5–12 tahun di SD Negeri 09 Rangkang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Sehingga pada akhirnya akan menjadi masukkan kepada orang tua dan dengan demikian upaya pencegahan dapat dilakukan agar prevalensi terjadinya obesitas di kalangan anak usia Sekolah Dasar bisa dikendalikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam (in depth interview). Pola asuh yang diterapkan orangtua kepada anak yaitu pola asuh demokratis. Ketika anak meminta sesuatu kepada orangtua tidak langsung diberikan, namun harus ada syarat atau hal tertentu yang dikerjakan oleh anak. Kesimpulan dari penelitian ini, pola asuh makan yang diterapkan yaitu emotional feeding dan control over eating. 2021-12-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 Jurnal Sains dan Kesehatan https://jsk.farmasi.unmul.ac.id/index.php/jsk/article/view/678 Evaluasi Terapi Obat Diare pada Pasien Balita Rawat Jalan di Puskesmas Tanjung Pinang, Kota Jambi Tahun 2019 2021-12-29T19:51:58+07:00 Tessi Silviavitari selviavitary@gmail.com Rasmala Dewi selviavitary@gmail.com Mukhlis Sanuddin selviavitary@gmail.com <p>Penyakit diare masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di negara berkembang seperti Indonesia. Di indonesia diperkirakan penderita diare sekitar 60 juta keadaan setiap tahunnya, sebagian besar (70-80%) dari penderita ini adalah anak-anak dibawah umur 5 tahun. Diare adalah buang air besar dengan konsistensi lembek atau cair, bahkan dapat berupa air saja dengan frekuensi lebih sering dari biasanya (tiga kali atau lebih) dalam satu hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan terapi pengobatan diare pada pasien balita Di Puskesmas Tanjung Pinang Kota Jambi tahun 2019. Meliputi jenis kelamin, usia, obat diare yang digunakan, tepat indikasi penyakit, tepat dosis, tepat cara pemberian, dan tepat lama pemberian. &nbsp;Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan metode pengambilan data secara retrospektif menggunakan data sekunder yaitu berdasarkan data resep dan buku riwayat penyakit. Penelitian ini dilakukan pada periode januari-desember tahun 2019.&nbsp; Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi terapi obat diare pada pasien balita berdasarkan jenis kelamin ialah pada laki-laki (50,27%), berdasarkan usia ialah 2 – 5 (58,91%), dan berdasarkan obat diare yang paling banyak digunakan ialah oralit (47,58). Sedangkan data kualitatif yaitu tepat indikasi ialah oralit (100%), tepat dosis ialah zinc (94,01%), tepat cara pemberian ialah oralit (100%) dan tepat lama pemberian ialah Oralit (100%).&nbsp;&nbsp; Evaluasi penggunaan obat diare berdasarkan kerasionalan obat yang paling banyak digunakan adalah oralit.</p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> 2021-12-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 Jurnal Sains dan Kesehatan https://jsk.farmasi.unmul.ac.id/index.php/jsk/article/view/661 Efektivitas Ekstrak Etanol Kulit Buah Pepaya (Carica papaya L.) terhadap Kadar Kreatinin dan Ureum Tikus Putih Jantan (Rattus norvegicus) yang Diinduksi Streptozotocin 2021-12-29T20:23:14+07:00 Recky Patala reckyfarmasi@gmail.com Yunlis Silintowe Kenta reckyfarmasi@gmail.com Irnawati Irnawati reckyfarmasi@gmail.com <p>Salah satu faktor yang paling mempengaruhi penyakit ginjal adalah Diabetes Melitus. Diabetes Melitus yang tidak terkendali dapat menyebabkan komplikasi mikrovaskuler yang disebut dengan nefropati diabetik. Gangguan fungsi ginjal tersebut diukur dengan Glomerular Filtration Rate (GFR). Dimana penurunan GFR diikuti dengan kenaikan kadar kreatinin dan ureum darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak kulit buah pepaya (Carica papaya L.) serta dosis berapakah ekstrak kulit buah pepaya memberikan pengaruh terhadap kadar kreatinin dan ureum tikus putih jantan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 kelompok perlakuan yang terdiri dari 5 ekor hewan uji. Kelompok I kontrol normal (suspensi Na CMC 0,5%). Kelompok II kontrol negatif (streptozotocin 40 mg/kg BB). Kelompok III diberikan ekstrak etanol kulit buah pepaya 100 mg/kg BB. Kelompok IV diberikan ekstrak etanol kulit buah pepaya 200 mg/kg BB dan kelompok V diberikan ekstrak etanol kulit buah pepaya 400 mg/kg BB. Perlakuan diberikan selama 28 hari dan dilakukan pengukuran kadar kreatinin dan ureum pada hari ke- 14, 21 dan 28. Analisis data yang digunakan yaitu One Way Anova dan uji lanjut LSD menggunakan program SPSS 24. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit buah pepaya mengandung senyawa metabolit sekunder flavonoid, alkaloid dan saponin serta ekstrak etanol kulit buah pepaya menunjukkan adanya efek penurunan kadar kreatinin dan ureum tikus putih jantan pada dosis 400 mg/kg BB.</p> 2021-12-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 Jurnal Sains dan Kesehatan https://jsk.farmasi.unmul.ac.id/index.php/jsk/article/view/702 Bioaktivitas Ekstrak Etanol Biji Pinang (Arecha catechu L.) terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli 2021-12-29T20:34:07+07:00 Asrianto Asrianto asriantolopa98@gmail.com Asrori Asrori asroriaufa@gmail.com Indra Taufik Sahli indrataufiksahli@gmail.com Risda Hartati risdahartati@gmail.com Fajar Bakti Kurniawan fajar_kurniawan10@yahoo.co.id Rina Purwati rinapurwatiimun@gmail.com <p>Areca nut (<em>Areca catechu</em> Linn) is a plant that is widely distributed in tropical and subtropical regions. People have used it to treat various health problems. This study aims to determine the ability of betel nut ethanol extract to inhibit the growth of <em>Staphylococcus aureus</em> and<em> Escherichia coli</em> bacteria. The research method is experimental. Stages of research, first the betel nut is dried by aerating for 7-10 days. After drying, the seeds are ground into powder. The extraction stage of the active compounds uses the maceration method using 92% ethanol, evaporation is carried out using a rotary vacuum evaporator. The results of the maceration extract were carried out with phytochemical tests and bacterial inhibitory tests against <em>E</em><em>.</em><em> coli</em>, and <em>S</em><em>.</em><em> aureus</em>, carried out by the Kirby Bauer method. The detected metabolites were flavonoids, tannins and terpenoids. These metabolites have the ability as antimicrobials. The results of the inhibition test of the ethanol extract of areca nut seeds showed descriptively that the ethanol extract had a better inhibitory ability against <em>S. aureus</em> bacteria, compared to <em>E. coli</em>. The conclusion of this study is that the ethanol extract of areca nut seeds can inhibit the growth <em>of E.coli</em> and <em>S.aureus.</em></p> 2021-12-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 Jurnal Sains dan Kesehatan https://jsk.farmasi.unmul.ac.id/index.php/jsk/article/view/791 Analisis Kadar Kalium Ekstrak Kombinasi Kulit Pisang (Musa paradisiaca L.) dan Kulit Nanas (Ananas comosus (L.) Merr) Secara Spektrofotometri Serapan Atom 2021-12-29T20:42:50+07:00 Fajar Nugraha fajarnugraha@pharm.untan.ac.id Pratiwi Apridamayanti fajarnugraha@pharm.untan.ac.id Hadi Kurniawan fajarnugraha@pharm.untan.ac.id Inarah Fajriaty fajarnugraha@pharm.untan.ac.id Siti Nani Nurbaeti sitinaninurbaeti@pharm.untan.ac.id Liza Pratiwi fajarnugraha@pharm.untan.ac.id Safrilla Anggraeni fajarnugraha@pharm.untan.ac.id <p>Penggunaan buah pisang dan nanas yang banyak untuk berbagai olahan makanan akan menghasilkan penumpukan limbah kulit. Limbah kulit pisang dan nanas diketahui mengandung unsur kalium yang dapat diolah kembali untuk menjadi produk yang bermanfaat. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk melihat kadar kalium terhadap ekstrak kombinasi kulit pisang dan kulit nanas dengan menggunakan spektrofotometer serapan atom. Metode: pembuatan ekstrak kental dilakukan dengan metode infundasi atau infusa yang dikeringkan. Ekstrak kental didestruksi dengan cara pengabuan menggunakan tanur. Kemudian dilakukan pengujian kadar kalium menggunakan spektrofotometer serapan atom pada panjang gelombang 766,5 nm. Hasil penelitian menunjukkan kalium pada ekstrak kental didapatkan sebanyak 47,483 mg/g ekstrak. Kesimpulan: ekstrak kombinasi kulit pisang dan kulit nanas mengandung kalium yang berpotensi dalam menunjang kebutuhan kalium di dalam tubuh.</p> 2021-12-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 Jurnal Sains dan Kesehatan https://jsk.farmasi.unmul.ac.id/index.php/jsk/article/view/901 Hubungan Praktik Pemberian Makanan dengan Kejadian Stunting pada Balita di Puskesmas Barong Tongkok Kabupaten Kutai Barat 2022-01-09T09:57:46+07:00 Fadzilah Nur Qolbiyah fadzilahnurqolbiyah@gmail.com Riries Choiru Pramulia Yudia fadzilahnurqolbiyah@gmail.com Meiliati Aminyoto fadzilahnurqolbiyah@gmail.com <p>Background: Stunting is a condition of failure to thrive in children under five due to chronic malnutrition. Growth problems at the beginning of life are caused by malnutrition, giving feeding practice too early or too late, and not appropriate with their age. Objective: This study aims to determine the relationship between feeding practice and the incidence of stunting in toddlers at the Barong Tongkok Health Center, Kutai Barat. Methods: This research design was observational analytic with case control method. Data obtained from questionnaires and medical record at the Barong Tongkok Health Center with purposive sampling technique obtained 32 cases and 32 controls. The bivariate analysis used chisquare test and fisher's exact test. Results: Data analysis statistically showed that there was no relationship between food frequency with p = 0.740 (p &gt; 0.05) , the type of food with p= 1.000 (p &gt; 0.05), the amount of food with p = 0,545 (p &gt; 0.05), and the feeding practice with p = 1.000 (p&gt; 0.05) with the incidence of stunting. Conclusion: There is no relationship between the frequency, type, amount, and feeding practice with the incidence of stunting.<br>Keywords: Stunting, Feeding Practice, Toddlers</p> 2021-12-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 Jurnal Sains dan Kesehatan https://jsk.farmasi.unmul.ac.id/index.php/jsk/article/view/1007 Status Gizi Mahasiswa Universitas Pertahanan Republik Indonesia Program S1 Angkatan 1 2022-01-09T09:56:47+07:00 Dwi Monik Purnamasari dwi.monik.p@gmail.com Yolanda Safitri dwi.monik.p@gmail.com Elies Fitriani dwi.monik.p@gmail.com Rachma Hidana dwi.monik.p@gmail.com Adristi Anargya Athallah dwi.monik.p@gmail.com Roy Envito Utama dwi.monik.p@gmail.com Cahya Wahyudi Januarta dwi.monik.p@gmail.com Astikahilda Maria Pangemanan dwi.monik.p@gmail.com Handrian Rahman Purawijaya dwi.monik.p@gmail.com Grace Joselini Corlesa dwi.monik.p@gmail.com Alfa Januar Krista dwi.monik.p@gmail.com <p>Indonesia is currently having a double burden of malnutrition (undernutrition and obesity). Nutritional status affects human health quality. In 2020, Indonesia Defense University launched a new undergraduate program to fulfill the needs of human resources in military and ministry of defense. Early detection of nutritional status is needed to determine so that malnutrition can be followed up. This research was conducted by using a cross sectional method with the 288 subjects. Measurement of nutritional status was done through examination of Body Mass Index (BMI) and body fat percentage by using a Bioelectrical impedance analysis (BIA). Result showed that based on BMI, 8% of all subjects were obese, 64.6% were in normal nutritional status, 20.1% were overweight, and 7.3% were undernourished. If classified by gender, 6.7% of male students were obese, 24.7% were overweight, 7.3% were underweight, and 61.2% were in normal nutritional status, while for female cadets, 10% were obese, 70% were normal, 12.7% were overweight, and 7.3% were underweight. Based on the percentage of body fat by using the BIA, it was found that 83.3% of subjects were normal and 16.7% of all subjects were obese. If classified by gender, 2.2% of male students and 40% of female students were obese. It can be concluded that the prevalence of obesity and underweight among all cadets according to BMI were relatively low, but the proportion of overweight and percent body fat among cadets were quite high.</p> 2021-12-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 Jurnal Sains dan Kesehatan https://jsk.farmasi.unmul.ac.id/index.php/jsk/article/view/1001 Kajian Konsentrasi Ekstrak Daun Sirih Merah (Piper crocatum) sebagai Bahan Aktif Antiseptik dalam Sediaan Sabun Padat 2022-01-09T09:57:24+07:00 Lisna Meylina lisnameylina@gmail.com Arsyik Ibrahim lisna@farmasi.unmul.ac.id Laode Rijai lisna@farmasi.unmul.ac.id <p>Sirih merah (<em>Piper crocatum</em>) merupakan salah satu tanaman yang diketahui secara empiris berkhasiat sebagai antiseptik. Melihat potensi tersebut, memungkinkan sirih merah untuk dikembangkan lebih jauh dalam produk sediaan farmasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan konsentrasi ekstrak daun sirih merah sebagai bahan aktif dalam sediaan sabun padat yang efektif sebagai antiseptik serta mengetahui kestabilan fisik dari sediaan tersebut. Pengujian efektivitas antiseptik dilakukan dengan menggunakan metode difusi agar dan pengujian stabilitas fisik (busa dan pH) yang diukur dan diamati selama 4 minggu. Hasil efektivitas antiseptik sediaan diperoleh hasil yang baik terhadap ketiga mikroba uji (<em>Escherichia coli, Staphylococcus aureus</em> dan <em>Candida albicans</em>) dimana diperoleh konsentrasi ekstrak daun sirih merah yang paling efektif sebagai antiseptik adalah 1% (F2) dibandingkan dengan kontrol negatif. Hasil dari pengujian stabilitas fisik selama 4 minggu diperoleh kestabilan busa yang baik serta pH sediaan yang stabil.</p> 2021-12-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 Jurnal Sains dan Kesehatan https://jsk.farmasi.unmul.ac.id/index.php/jsk/article/view/604 Epidemiologi Karakteristik Pasien COVID-19 di Kutai Kartanegara pada Bulan Juli-Desember 2020 2021-12-31T14:30:05+07:00 Kevin Sanjaya kevinsanjayaa9a@gmail.com Swandari Paramita s.paramita@fk.unmul.ac.id Muhammad Rizqan Khalidi rizqan.khalidi@gmail.com <p>Pada awal tahun 2020, dunia dihebohkan dengan ditemukannya COVID-19. Sejak kasus COVID-19 di Indonesia pertama kali diumumkan, kasus tersebut masih mengalami peningkatan hingga sekarang. Kutai Kartanegara merupakan salah satu kabupaten dengan kasus COVID-19 terbanyak di Kalimantan Timur. Hal tersebut merupakan dampak dari banyaknya perusahaan pertambangan di Kutai Kartanegara yang menyebabkan terjadinya peningkatan mobilitas masyarakat di daerah tersebut. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui epidemiologi karakteristik pasien COVID-19 di Kutai Kartanegara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Sampel penelitian ini adalah pasien COVID-19 di Kutai Kartanegara selama periode Juli-Desember 2020 dengan total 4787 sampel yang telah memenuhi kriteria inklusi. Hasil pada penelitian ini didapatkan kelompok usia terbanyak adalah 21-30 tahun yaitu sebanyak 1063 pasien (22,2%) dan rata-rata usia adalah 33.79 ± 16.23 tahun dengan rentang usia pasien yang terinfeksi adalah 0-93 tahun. Sebanyak 54,5% merupakan laki-laki dan 73,3% kasus merupakan asimptomatik. Kasus perjalanan berjumlah 320 kasus (6,7%) dengan riwayat perjalanan terbanyak berasal dari Jawa Tengah (26,3%). Jumlah kasus kematian sebanyak 94 pasien (1,96 %) dengan rata-rata usia adalah 54.99 ± 11.374 tahun dan mayoitas merupakan laki-laki (60,8%) serta memiliki penyakit penyerta (94,7%).</p> 2021-12-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 Jurnal Sains dan Kesehatan https://jsk.farmasi.unmul.ac.id/index.php/jsk/article/view/644 Hubungan Sosio-Demografi dengan Tingkat Pengetahuan Masyarakat Kota Tegal tentang COVID-19 2022-01-01T11:17:08+07:00 Agus Susanto agussus@yahoo.com Ratih Sakti Prastiwi r.sakti@poltektegal.ac.id Kristy Natalia Suwito oye.kristy@gmail.com Ulfatul Latifah ulfatun.bidan@poltektegal.ac.id <p><em>COVID-19 has developed into a pandemic and the transmission chart of this new type of disease has ups and downs from day today. The duration of handling COVID-19 is related to the public's level of awareness and knowledge about COVID-19 and its prevention procedures. The level of public awareness and knowledge cannot be separated from socio-demographic factors. This study aims to analyze whether there is a relationship between socio-demography and the level of public knowledge about COVID-19. This study is a cross-sectional study, with a total sample size of 313. The subjects of this study were the people of Tegal City with a minimum age of 18 years. Data analysis used univariate and bivariate analysis. The results showed that most of the respondents' knowledge level was at a sufficient level (71.25%). This study also shows that there is no relationship between gender and age with the level of knowledge (p-value 0.184 &amp; 0.147), while between education and work and the level of knowledge (p-value 0.000 &amp; 0.009). The level of public knowledge is still at the intermediate level, so health promotion activities are needed to raise awareness about COVID-19</em><em>.</em></p> 2021-12-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 Jurnal Sains dan Kesehatan https://jsk.farmasi.unmul.ac.id/index.php/jsk/article/view/459 Review: Pengaruh Konsentrasi Garam Terhadap Produk Fermentasi Sayuran 2022-01-01T11:16:49+07:00 Leny Anggraeni lenyanggraeni14@gmail.com Novriyanti Lubis novriyantilubis@uniga.ac.id Effan Cahyati Junaedi lenyanggraeni14@gmail.com <p>Sayuran mudah layu dan busuk setelah panen. Sebagai metode pengawetan makanan, fermentasi telah diterapkan pada fermentasi sayuran: kimchi, sauerkraut, dan pickle. Proses penambahan garam merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap proses fermentasi. Fokus artikel ini adalah untuk mengkaji pengaruh konsentrasi garam terhadap sayuran yang difermentasi (kimchi, sauerkraut, dan acar). Artikel ini membahas pengaruh konsentrasi garam terhadap kadar air, total asam yang dititrasi (asam laktat), total bakteri asam laktat, dan uji organoleptik untuk produk fermentasi&nbsp; sayuran.</p> 2021-12-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 Jurnal Sains dan Kesehatan https://jsk.farmasi.unmul.ac.id/index.php/jsk/article/view/647 Efek Pemberian Hydrotherapy untuk Menurunkan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi: Sebuah Tinjauan Literatur 2022-01-01T11:16:29+07:00 Rini Angraini nscitradewi@gmail.com Andi Masyitha Irwan riniangrainialwi@gmail.com Rosyidah Arafat riniangrainialwi@gmail.com <p>Sebanyak 53% penderita hipertensi tidak dapat mengontrol tekanan darahnya, sehingga berisiko terjadi komplikasi. Saat ini pengobatan hipertensi dengan modifikasi gaya hidup dan farmakologis. Strategi pengobatan farmakologis direkomendasikan, namun adanya efek samping yang dapat menjadi alasan utama tidak patuh dalam menjalani pengobatan. Salah satu terapi komplementer untuk mengontrol dan menurunkan tekanan darah dengan <em>hydrotherapy</em>. <em>Hydrotherapy </em>mudah untuk semua orang, tidak mahal, tidak memiliki efek samping yang berbahaya dan dapat dilakukan di rumah. Tujuan dari tinjauan literatur ini untuk mengidentifikasi efek pemberian <em>hydrotherapy</em> dalam menurunkan tekanan darah pada hipertensi dengan berbagai penelitian yang relevan. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur dengan pencarian literatur menggunakan: <em>PubMed, Sciencedirect, Proquest, EBSCO host</em>, <em>Wiley, dan Garuda</em>. Berfokus pada <em>Hydrotherapy</em> untuk menurunkan tekanan darah pada hipertensi, dipublikasikan pada tahun 2010 sampai 2020, <em>full text</em>, berbahasa Inggris dan Indonesia. Daftar periksa CASP digunakan untuk menganalisis setiap artikel. Sepuluh studi teridentifikasi dan dimasukkan dalam tinjauan literatur yaitu latihan akuatik pada wanita hipertensi pasca menopause dapat menurunkan tekanan darah, latihan air wanita yang lebih tua lebih efektif pada hipertensi yang tidak diobati, latihan berbasis air panas berefek pada penurunan tekanan darah hipertensi resisten, latihan aerobik air dapat mengurangi&nbsp; tekanan darah sistolik pada hipertensi esensial, latihan pemanasan berbasis air mengurangi tekanan darah dalam 24 jam pada hipertensi resisten, latihan berbasis air efektif menurunkan tekanan darah dengan usia lebih tua, pelatihan gabungan berbasis air dapat memperbaiki tekanan darah sistolik, <em>hydrotherapy </em>berefek terhadap penurunan rata - rata tekanan darah sistolik dan diastolik dan perendaman kaki dalam air hangat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa <em>Hydrotherapy</em> dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik pada hipertensi. Sehingga dapat digunakan sebagai salah satu pengobatan tambahan untuk menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi.</p> <p><strong>Kata kunci: </strong><em>Hydrotherapy</em><em>;Hipertensi; Tekanan darah.</em></p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p>As many as 53% of people with hypertension cannot control their blood pressure, so they are at risk of complications. Currently the treatment of hypertension is with lifestyle and pharmacological modifications. Pharmacological treatment strategies are recommended, but side effects can be the main reason for non-adherence to treatment. One of the complementary therapies to control and lower blood pressure with hydrotherapy. Hydrotherapy is easy for everyone, inexpensive, has no harmful side effects and can be done at home. The aim of this literature review is to identify the effect of hydrotherapy in lowering blood pressure in hypertension with various relevant studies. The method used was literature review with literature search using: PubMed, Sciencedirect, Proquest, EBSCO host, Wiley, and Garuda. Focusing on Hydrotherapy to lower blood pressure in hypertension, published in 2010 to 2020, full text, in English and Indonesian. The CASP checklist was used to analyze each article. Ten studies were identified and included in the literature review, namely aquatic exercise in postmenopausal hypertensive women can lower blood pressure, older women water exercise is more effective in untreated hypertension, hot water-based exercise has an effect on lowering blood pressure in resistant hypertension, water aerobic exercise can reduce systolic blood pressure in essential hypertension, water-based warm-up exercises reduce blood pressure within 24 hours in resistant hypertension, water-based exercises can effectively lower blood pressure with older age, combined water-based training can improve systolic blood pressure, hydrotherapy has an effect on lowering the average - average systolic and diastolic blood pressure and soaking the feet in warm water. The results of this study indicate that Hydrotherapy can reduce systolic and diastolic blood pressure in hypertension. So that it can be used as an additional treatment to lower blood pressure in hypertensive patients.</p> <p><strong>Keywords: </strong><em>Hydrotherapy</em><em>;Hypertention; blood pressure.</em></p> 2021-12-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 Jurnal Sains dan Kesehatan https://jsk.farmasi.unmul.ac.id/index.php/jsk/article/view/401 Review: Pengaruh Faktor Risiko Terhadap Induksi Persalinan 2022-01-02T11:21:54+07:00 Esmaya R. A. Adaniyah esmaya.regita@gmail.com Endang Sawitri esmaya.regita@gmail.com Erwin Ginting esmaya.regita@gmail.com <p><em>Abstract</em></p> <p><em>Induction of labor has become one of the most common interventions in modern obstetrics, with an increasing number of pregnant women worldwide that received labor induction interventions to deliver their babies. Labor induction was influenced by several risk factors. This systematic review study aimed to evaluate the influence of risk factors against induction of labor. Searches were performed by searching articles using electronic databases or search engine i.e Pubmed, Clinical Key, Google Scholar, Research Gate, or Science Direct that were limited to studies published between 2015 and 2020 in English and Indonesian Language. 270 studies was found and 48 studies were selected based on the inclusion criteria. The results of this systematic reviews showed that maternal age was not affecting labor induction in 71.1% of the studies evaluated, parity was affecting labor induction in 90% of the studies, body mass index was affecting labor induction in 66.7% of the studies, and Bishop Score was affecting labor induction in 90.3% of the studies. It can be concluded that maternal age was not affecting induction of labor, but labor induction were influenced by parity, body mass index and Bishop score in the majority of the included studies.</em></p> <p>Abstrak</p> <p>Induksi persalinan telah menjadi salah satu intervensi yang paling umum dalam kebidanan modern, dimana semakin banyak wanita hamil di seluruh dunia yang menerima intervensi induksi persalinan untuk melahirkan bayi mereka. Induksi persalinan dipengaruhi oleh beberapa faktor risiko. <em>Systematic review</em> ini bertujuan untuk mengevaluasi bagaimana pengaruh faktor risiko terhadap induksi persalinan. Systematic review ini dilakukan dengan pencarian studi pada <em>database</em> atau <em>search engine</em> yang dapat diakses seperti Pubmed, Clinical Key, Google Scholar, Research Gate, atau Science Direct, dan dibatasi terbitan tahun 2015-2020 dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Hasil pencarian diperoleh sebanyak 270 studi dan tersisa 48 studi yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan usia maternal tidak mempengaruhi induksi persalinan pada 71,1% hasil studi, jumlah paritas mempengaruhi induksi persalinan pada 90 % hasil studi, indeks massa tubuh mempengaruhi induksi persalinan pada 66,7% hasil studi, dan skor Bishop mempengaruhi induksi persalinan pada 90,3% hasil studi. Disimpulkan bahwa usia maternal tidak mempengaruhi induksi persalinan, tetapi jumlah paritas, indeks massa tubuh dan skor Bishop mempengaruhi induksi persalinan pada sebagian besar studi yang diinklusi</p> 2021-12-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 Jurnal Sains dan Kesehatan https://jsk.farmasi.unmul.ac.id/index.php/jsk/article/view/444 Covid-19 and Its Vaccine Development: A Narrative Review 2022-01-02T11:21:19+07:00 Risa Septinia risa.septinia-2019@ff.unair.ac.id Didik Hasmono risa.septinia-2019@ff.unair.ac.id <p>COVID-19 merupakan penyakit saluran pernapasan yang ditetapkan sebagai pandemi pada Maret 2020 dan disebabkan oleh severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Tingginya penyebaran COVID-19 di seluruh dunia menyebabkan pengembangan vaksin mendesak untuk dilakukan. Oleh karena itu, review ini bertujuan untuk mengkaji tentang COVID-19 dan tantangannya dalam pengembangan vaksin serta mengkaji keamanan, efektivitas, dan immunogenisitas dari platform vaksin-vaksin yang telah mendapatkan izin penggunaan di beberapa negara. Berdasarkan pengalaman infeksi yang pernah terjadi di dunia, vaksin mampu mencegah penyebaran penyakit-penyakit infeksi dan menyelamatkan 23,3 juta nyawa. Terdapat beberapa tantangan yang dihadapi dalam pengembangan vaksin untuk COVID-19, diantaranya mudahnya SARS-CoV-2 bermutasi dan potensi terjadinya antibody-dependent enhancement (ADE) setelah vaksinansi. Berbagai macam platform digunakan dalam perkembangan vaksin COVID-19, baik platform teknologi tradisional (inactivated dan live-attenuated vaccine) maupun teknologi baru (viral vector, protein subunit, dan nucleic acid vaccine). Untuk mencegah penyebaran infeksi SARS-CoV-2, terdapat 10 vaksin yang telah mendapatkan izin penggunaan darurat di beberapa negara. Platform yang digunakan antara lain vaksin mRNA, vektor virus, terinaktivasi, dan vaksin peptida. Vaksin-vaksin tersebut dilaporkan efektif, aman dan dapat ditoleransi dengan baik oleh partisipan dengan derajat efek samping yang timbul adalah ringan hingga sedang. Meskipun kejadian ADE tidak ditemukan dalam semua vaksin tersebut, monitoing terhadap kejadian tersebut harus dilakukan karena berdasar pada pengalaman penggunaan platform inactivated vaccine SARS-CoV sebelumnya, diketahui dapat menimbulkan vaccine-associated enhanced respiratory diseases (VAERD).</p> 2021-12-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 Jurnal Sains dan Kesehatan